oleh

Bak, ‘Kalah Jadi Abu, Menang jadi Arang’. Kyai Idris Ingatkan Santun dan Damai di Pilkada Kota Depok 2020

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Kota Depok, tributeasia.com–Cawalkot Depok Paslon 02 di Pilkada 2020 berpesan sungguh-sungguh kepada pendukung serta relawannya dalam tahapan kampanye tak memicu konflik.

“Perbedaan itu merupakan warna-warni dalam menentukan pilihan setiap warga negara. Dalam pilkada ini adalah momen untuk menguji rasa kesetiakawanan kita dan menguji soliditas sebagai anak bangsa,” ungkap Wali Kota Depok Mohammad Idris yang saat ini sedang cuti dalam rangka menjadi Cawalkot bersama Cawawalkot Imam Budi Hartono. 

Idris yang pernah jadi Sekretaris  Pengurus Majelis Ulama Indonesia (UI) Cabang Kota Depok yang digelari Kyai oleh masyarakat mengingatkan, warga-masyarakat Kota Depok mempunyai pilihan yang masing-masing yang tidak sama. 

“Pasti ada perbedaan dan untuk itu saya mengingatkan agar seluruh para relawan, pendukung, komunitas warga masyarakat Kota Depok bahwa perbedaan bukan sebagai pemicu konflik antar kita. Namun merupakan warna-warni dinamika kehidupan. Bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara siapa pun dia persaudaraan pendukung nomor 1 Pilkada nomor 2,” tegasnya. 

Pesan Mohammad Idris ini sangat beralasan, jangan sampai masyarakat menjadi korban bak pepatah ‘Kalah Jadi Abu, Menang Jadi Arang’. Idris dan Pradi Supriatna saat ini pun adalah pasangan Wali dan Wakil Wali Periode 2016-2021 dengan status cuti menjadi kandidat kontestasi. 

Pantauan, dulunya mareka adalah duet kepemimpinan kewalian diusung PKS dan Gerindra dan mareka memenangi. Waktu Pilkada tahun 2015 yang lalu itu Idris-Pradi menang, melawan Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi yang dari PDIP dan Partai Golkar.

Secara bijak Mohammad Idris juga mengingatkan pentingnya protokol kesehatan ditengah Pandemi Covid 19 saat bertemu dengan Relawan Komunitas Pendukung Idris (Kompi) kelurahan Curug Kecamatan Cimanggis.

Pilkada ditengah pandemi Covid-19 , menurut Idris, penuh dengan kewaspadaan, penuh dengan pengetatan dan pengingatan terhadap ketentuan protokol kesehatan.

“pada saat pengundian nomor urut, sudah kita angkat tagline ‘Coblos Sehat Pilkada Sehat. Kita jaga bersama tidak ada klaster-klaster. Sebelum cuti saya sempat sediakan peralatan alat kesehatan dan Labkesda mampu swab PCR 500 orang per hari, dan hasilnya pun lebih cepat karena kita bekerjasama dengan beberapa laboratorium,” ungkap mantan Wawalkot Depok era Wali Kota  Nur Mahmudi Ismail ini.

“Kewaspadaan sekali lagi saya ingatkan,dan satu hal bahwa tidak ada orang yang paling berjasa dalam penyelesaian bencana pandemi ini, namun yang kita butuhkan kesetiakawanan, bahwa ketika kita menggunakan masker pada hakikatnya bukan takut ditularkan tetapi takut menularkan, kesadaran ini harus didengungkan kepada warga masyarakat”, pungkasnya. (hir.72).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *