oleh

Warga Jetak Tagih PR Pemkab Pacitan Jawa Timur, Masalah JLS Selama 23 Tahun Belum Juga Selesai

Iklan Travel

TributeAsia.com, Pacitan-Jawa Timur- Sekira 23 tahun lebih, sejak tahun 2001 di masa Pemerintahan Bupati Suyono, Pemerintahan Kabupaten Pacitan masih menyisakan Pekerjaan Rumah atas kasus pembebasan lahan warga masyarakat untuk proyek Jalan Nasional Jalur Lintas Selatan (JLS). Khususnya terhadap salah satu tokoh yang sekaligus aktifist pendamping sosial, Sudarno, warga Jetak Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan.

IKLAN-TA-CALEG

Sudarno memiliki 2 sertifikat sebagai alas hukum yang sah untuk memperjuangkan haknya. Sertifikat itu atas nama istrinya, Nuryati dengan luas tanah 600 meter persegi dan yang lain kurang lebih 1 hektar. “Saya hanya ingin memperjuangkan hak saya. Saya beberapa kali masuk penjara tidak apa. Salah satunya karena urusan tanah saya yang belum kelar pembebasan lahannya, sedangkan JLS udah beroperasi puluhan tahun,” paparnya kepada awak media, Senin siang (27/5/2024).

Masih menurut Darno, jika para pengambil kebijakan terutama yang dulu di sebut Panitia 9 tidak merespon tuntutan saya, mungkin JLS terpaksa saya tutup lagi sembari secara legal saya ajukan gugatan baik pidana maupun perdata.”

Lebih jauh, ia menambahkan “Saya sudah hubungi Kapolsek Tulakan bila sewaktu-waktu saya laksanakan kegiatan. Sayang beliau masih belum fokus sepertinya, dengan membalas telpon saya begini ‘Pak jenengan ojo tlp gawe no niki. Niki hp tak taruh dalam tas karena hnya untuk disposisi surat dinas.’”.

Sedangkan Dedy Arisandi, anggota LSM AMPuH yang juga mengkritisi sikap Pemkab memberikan statement, “Sangat logis pak Darno memperjuangkan haknya. Dulu tanah warga sekitar JLS itu kan dibeli ganti rugi Pemkab seharga 30.000 rupiah permeter persegi. Lha, tanah beliau malah hanya dihargai 15.000 rupiah permeter persegi. Ini kan tidak fair, disebabkan karena pak Darno saat itu sangat kritis mendampingi warga”,(HB)

Iklan HUT RI Ponpes Al-Khafilah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.