oleh

MENJADI MUKMIN YANG KUAT

Iklan Travel

By: Ustadz Sutrisno Hadi

IKLAN-TA-CALEG

Sebagai seorang muslim kita hidup progresif, maju dan bermartabat. Tetapi, sebagai seorang mukmin kita seyogyanya menjadi mukmin yang kuat dan dicintai Allah,swt.

Bagaimana caranya, Rasulullah,saw dalam hadits sahih Muslim pada kitab hadits Riyadh ash-Shalihin mengajarkan kita dengan bijaksana. Sabda Rasulullah,saw, “Mukmin yang kuat itu lebih baik dan amat dicintai Allah ketimbang Mukmin yang lemah”.

Pertama , pada tiap-tiap sesuatu pasti ada kebaikannya. Karena itu, kepada kita diminta untuk selalu bersikap positif. Sebab, di balik itu pasti ada kebaikan yang akan diperdapat.

Misalnya, musibah atau kesulitan yang kita alami dalam hidup ini selalu ada kebaikannya di balik itu. Karenanya, jalani saja dengan tawakal pada Allah swt sambil berharap rahmat-Nya.

Kedua , lakukanlah dengan bersemangat apa yang bermanfaat bagimu, kata Rasulullah,saw. Sedikitnya ada tiga orientasi manfaat dari setiap apa yang kita kerjakan.

Bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari di dunia ini. Bermanfaat bagi kelangsungan hidup beragama dan bermanfaat buat hidup kita nanti di akhirat. Seperti doa Rasulullah,saw dalam hadits sahih.

Ketiga , selalu bermohon pada Allah,swt dan tidak lemah. Imam al-Ghazali dalam Minhaj al-‘Abidin menekankan pentingnya selalu berdoa memohon pertolongan pada Allah,swt dalam menghadapi kendala hidup seperti bisikan setan, hawa nafsu, dan godaan dunia.

Keempat , hidup realistik dan tidak berandai-andai. Kata Rasulullah,saw, kalau kita terkena sesuatu kita tidak seyogyanya berkata seandainya aku berbuat begini niscaya akan terjadi begini dan begitu.

Tetapi, katakanlah, Apa yang telah ditentukan dan dikehendaki Allah pasti akan terjadi. Karena kata “seandainya” itu akan memberi jalan pada perbuatan setan (Lihat : Syaikh Muhammad bin Allan ash-Shiddiqi ash-Shafi’i al-Asy’ari al-Makky, w.1057 H, Dalil al-Falihin , Juz.II, Dar al-Kitab al-Araby, Beirut-Libanon, tt, 71-73).

Semua berpulang pada kita. Jalan sukses dan hidup progresif sudah diajarkan Allah,swt dan Rasul-Nya. Kepada kita semua diharapkan kesediaan untuk mau dengan segala penyerahan diri memenuhi nya. Kepada Allah,swt jualah kita serahkan urusan kita (QS.al-Insyirah,8).

Hasbunallah wa ni’mal Wakil ni’mal Mawla wa ni’man Nashir, wa la hawla wa la quwwata illa billahi .

Iklan HUT RI Ponpes Al-Khafilah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.