oleh

Reza Artamevia Dinilai Kooperatif Terkait Kepemilikan Sabu-Sabu

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TributeAsia.com-Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi mempertanyakan barang bukti kepemilikan narkotika jenis sabu. Teguh Hariyanto dengan didampingi Nugroho mengulas kronologi penangkapan serta diikuti oleh Reza Artamevia melalui virtual.

Seberat 0,78 gram sabu-sabu diungkap oleh saksi-saksi tak lain anggota Polri. Kedua saksi menyebutkan sabu-sabu diperoleh terdakwa dari Gatot Brajamusti. Reza sendiri ditangkap polisi di Long Black Coffe, Jatinegara Barat I, Jakarta Timur pada tanggal 4 September 2020 sekitar pukul 15.30 Wib lalu.

” Terkait barang bukti diakuinya ya, baik di TKP maupun dirumahnya,” tanya Teguh kepada saksi-saksi di PN Jaktim, Kamis (8/4/2021).

Kemudian, dari penangkapan tersebut petugas menggeledah rumahnya di Ciputat, Tangerang dan menemukan alat hisap sabu. Weni menambahkan, saat penangkapan dirinya ikut menggeledah Reza di Long Black Coffe tersebut.

Dari hasil tes urine sejumlah saksi mengatakan Reza positif amfetamin. Selain itu, barang bukti yang sempat disita petugas diantaranya yakni sebuah dompet dan korek api.

” Saudara Reza menunjukkan sabu-nya, koperatif,” sebut anggota Polwan.

Disisi lain, kuasa hukum Reza Artamevia menjelaskan selama menjalani proses pemeriksaan kliennya bersikap kooperatif dan tidak mempersulit polisi. Perihal dakwaan JPU, Kamil Daud menilai telah sesuai dengan ketentuan.

” Semuanya sesuai dengan yang ada di dakwaan. Tadi kan sudah dijelaskan oleh saksi Reza ini sangat koperatif dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Bahkan dari awal sebelum digeledah saja Reza sudah tahu jadi tidak menyulitkan,” ujar Kamil Daud, Beny Enhanusa, Leaderman Pujiawan.

Reza Artamevia dalam dakwaannya diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Kemudian, dakwaan kedua, diancam pidana dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *