oleh

HMI MPO Cabang Jakarta disusupi kembali oleh PB versi Ahmad Latupono?

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Oleh Reza Pahlawan
Ketua KPC HMI MPO Cabang Jakarta Periode 2020-2021 dan Anggota Presidium Sidang Kongres HMI MPO ke 32 di Kendari

Banyak yang bertanya sekaligus mempertanyakan kepada saya terkait sebaran pamflet yang menyerukan aksi geruduk balaikota mengundang kader HMI se Jakarta untuk menyeret Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke KPK, baik dari alumni, senior dan kader HMI seangkatan dan junior tentunya, muncul pelbagai pertanyaan, apa pendapat saya mengenai seruan aksi tersebut? Bagaimana dengan data yang mereka gunakan, apakah valid? Ini HMI versi mana? Dan tidak sedikit juga yang berkomentar “melucui” seruan aksi tersebut, jangan – jangan ada kepentingan dibalik seruan aksi tersebut?

Dari berbagai pertanyaan tersebut saya memberikan jawaban bahwa seruan aksi adalah benar, namun saya menambahkan pernyataan, bahwa aksi tersebut dari mereka yang kembali disusupi secara gerakan oleh PB versi Ahmad Latupono, pertanyaan yang menjadi pernyataan selanjutnya,
benarkah demikian? HMI MPO Cabang Jakarta kembali disusupi oleh PB versi Ahmad Latupono? Argumentasi saya jelas, adanya pola persamaan secara gerakan, karena sedari awal Ahmad Latupono mendeklarasikan dirinya menjadi ketua umum PB HMI, Mereka paling getol mengkritik dan menilai gagal kinerja dari Gubernur Anies Baswedan. Dan menurut saya inilah argumentasi yang menjadi pernyataan sekaligus menjawab sebaran pamlet tersebut, tentu saya akan memberikan data-data sebagai penguat argumentasi.

Berawal dari dualisme HMI MPO Cabang Jakarta

Jika menelisik lebih awal sebagai pembeda, pacsa konferensi dan pelantikan HMI MPO Cabang Jakarta yang dinahkodai oleh Swardi, telah bulat menegaskan Bahwa Ketua PB HMI versi Affandi Ismail adalah SAH berdasarkan hasil kongres dan menolak tegas atas klaim Ahmad Latupono sebagai Ketua PB HMI.

Bersamaan dengan hal itu, HMI MPO Cabang Jakarta versi Lucky Mahendra tidak tinggal diam, mereka menolak konferensi tersebut dengan beragam alasan, padahal lucky mahendra menghadiri dan ikut serta dalam acara pembukaan konferensi tersebut, serta mereka menolak Ketua Umum PB HMI terpilih Affandi Ismail dengan berbagai alasan juga.

Namun, beberapa bulan kemudian, Pengurus HMI MPO Cabang Jakarta mengalami problem internal, pasalnya Swardi ingin mengundurkan diri dari Ketua Cabang dikarenakan adanya kepentingan pribadi yang mendesak dan mengharuskan Swardi tidak mampu memenuhi tangung jawab menahkodai dalam waktu yang penuh satu periode, akibatnya terjadilah kekosongan posisi struktur ketua umum HMI Cabang Jakarta.

Klaim Irfan Maftuh sebagai Pj ketua cabang adalah inkonstitusional

Sebelum Swardi benar-benar meninggalkan jabatannya, musyawarah pengurus cabang dengan mengundang MSO untuk mendapatkan solusi terkait hal ini telah dilakukan, namun tidak membuahkan keputusan, akhirnya Dalam waktu beberapa bulan HMI MPO Cabang Jakarta mengalami kekosongan struktural, dimana posisi ketua cabang belum ada yang menggantikan, akibatnya permasalahan terus terjadi, puncaknya adalah surat yang dipublikasikan pada tanggal 26 februari 2021 berisi tentang pengunduran diri dari Swardi dan isi surat tersebut juga memutuskan Irfan Maftuh menggantikan sebagai pj ketua umum.

Surat tersebut memutuskan dengan sepihak dan sangat rentan akan manipulasi, tanggal diterbitkan surat itu pun tidak sesuai dengan publikasinya, ditambah kemudian surat tersebut tidak memiliki tanda tangan dan stempel dari Swardi sendiri.

Berlandaskan dari surat pengunduran diri dan memutuskan irfan maftuh menjadi Pj ketua cabang adalah inskonstitusional alias tidak sesuai dengan konstitusi, karena sangat jelas dalam konstitusi diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) Bagian kedua tentang Cabang pasal 28 huruf e menegaskan bahwa “Apabila Ketua Umum Pengurus Cabang berhalang tetap, dapat diangkat Pejabat Ketua Umum oleh Rapat Presidium Cabang” bukan diputuskan sepihak oleh surat tersebut.

Jadi klaim Irfan Maftuh sebagai pejabat Ketua Umum Cabang tidak sesuai dalam konstitusi (inkonstitusional), dan setelah diterbitkannya surat tersebut, pada tanggal 27 februari 2021 terbit undangan Rapat Presidium kepada seluruh pengurus cabang, hal ini jelas terbalik dalam mekanismenya.

Ada hal yang menarik, sebelum diterbitkannya surat keputusan tersebut, dan ini penting serta menjadi argumentasi saya terhadap mereka yang punya “kepentingan” selain perkaderan dan perjuangan yang termaktub dalam konstitusi HMI sebagai identitas gerakan HMI.

Setelah melakukan acara milad HMI di Gedung Joang 45, HMI cabang jakarta yang masuk dalam unsur kepantiaan Milad HMI ke 74, Pada tanggal 22 februari 2021 Irfan Maftuh dengan terang – terangan meminta setoran sisa dana kepanitiaan Milad HMI.

Dari chatingan ini menjadi bukti pembenar bahwa adanya kepentingan diluar kepentingan HMI itu sendiri, dengan sikap premanismenya dan membuat Irfan Maftuh merubah gerakannya dalam HMI menjadi abu -abu demi “kepentingannya”

Berawajah Dua

Setelah mengklaim dirinya menjadi Pejabat Ketua Umum HMI MPO Cabang Jakarta, ada beberapa kebijakan – kebijakan yang dibuat yang melibatkan partisipasi dari kelompok PB versi Ahmad Latupono, hal ini menjadi signal bahwa mereka berwajah dua, Irfan Maftuh secara gerakan lebih memihak kepada PB versi Ahmad Latupono, walaupun mereka belum pernah mendeklarasikan atau membuat surat pernyataan mengakui PB HMI versi Ahmad Latupono dan menolak PB HMI versi Affandi Ismail, hal itu terlihat dan itu merupakan bagian perubahan dari stategi mereka agar tidak terlihat frontal, namun dalam kebijakannya secara tegas terlihat berpihak kepada PB versi Ahmad Latupono, hal ini dibuktikan juga dengan surat keputusan reshuffle kepengurusan cabang yang mereka klaim dengan memasukkan Harso Karatat dan Ahmad Zubair, yang mereka itu adalah bagian dari kelompok PB HMI versi Ahmad Latupono.

Argumentasi selanjutnya adalah jauh dari permasalahan dualisme PB HMI ini, ada hubungan emosional yang sudah lama terbangun dan terbangun oleh irfan maftuh dengan team PB HMI versi Ahmad Latupono, yang menjadi pengader langsung irfan maftuh baik dalam forum – forum formal maupun informal adalah mereka, tentu saja hal ini sangat rentan, terhadap sikap dan kepentingan irfan maftuh dengan PB HMI versi Ahmad Latupono.

Yang berubah adalah pemainnya, konseptornya tetap sama!!

Dari pelbagai data yang telah saya jelaskan diatas, dapat ditarik sebuah kesimpulan, Bahwa pergantian peran dengan tokoh yang berbeda namun konseptornya tetap sama adalah sebuah kenyataan, peran lucky mahendra sebagai ketua cabang versi mereka, kini telah tergantikan oleh Irfan Maftuh dkk dengan pola yang berbeda, karena statemen – statemen HMI cabang jakarta versi Lucky Mahendra yang sering muncul diberbagai media online, terlihat sudah jarang dan bahkan tidak ada. Inilah jawaban atas pelbagai pertanyaan terkait pamflet seruan aksi.

Menjadi sebuah pertanyaan kembali, benarkah isu seruan aksi tersebut murni berdasarkan dari kajian HMI MPO Cabang Jakarta? Atau isu seruan aksi tersebut adalah titipan alias ditunggangi oleh kepentingan PB HMI versi Ahmad Latupono demi kepentingannya Irfan Maftuh? Mengingat opini yang berkembang bahwa adanya intervensi dari penguasa terhadap perpecahan internal HMI MPO sudah menjadi rahasia umum, dan disusupinya kembali HMI MPO Cabang Jakarta tentu sangatlah mudah, dari berbagai argumentasi yang saya sebutkan, berdasarkan fakta dan data, jika terbukti hal ini benar, tentu ini menjadi ironi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *