oleh

Dahsyat, Covid-19, Pemasaran Sarang Burung Walet Meningkat 20 Persen

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Depok, TributeAsia.com-
Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, pemasaran sarang
burung walet justru mengalami peningkatan. Pasalnya sarang burung walet dinilai dapat meningkatkan sistem imun sebagai pencegahan Covid-19. Berdasarkan statistik tercatat sekitar 1100 ton lebih produksi sarang burung walet pertahunnya.
“Di saat pandemi ini justru tejadi peningkatan pemasaran sekitar 20 persen.
Karena dengan mengkonsumsi sarang burung walet kemungkinan bisa terhindar dari
Covid-19 atau jika terpapar bisa lebih cepat sembuh,” ujar Boedi Mranata selaku Ketua Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) dalam acara AgriTalk Strategi Sarang Burung Walat Indonesia Menembus Pasar Dunia di Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Rabu (27/01/21).
Lebih lanjut dia mengatakan, adapun manfaat mengkonsumsi sarang burung walet diantaranya dapat meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Terutama untuk jenis penyakit seperti pernafasan, termasuk juga untuk mencegah
virus corona. Selain itu, mengkonsumsi sarang burung walet juga bisa menjadikan
awet muda karena terjadi pergantian epidermis serta merangsang pertumbuhan
kolagen (kekenyalan kulit).”Ada berbagai jenis olahan sarang burung walet yang
dapat dikonsumsi. Bisa berupa sop, kue dan apa saja bisa dibuat tergantung dari
pembuatnya,” katanya.
Boedi menambahkan, terdapat 22 jenis kualitas sarang burung walet dengan harga
berkisar mulai Rp 5 juta hingga Rp 35 juta perkilogram.”Untuk di Indonesia
kualitasnya nomor satu, karena area hutannya sangat luas dibandingkan negara
lain,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Kepala Pusat Karantina Hewan Kementerian Pertanian Republik
Indonesia, Agus Sunanto mengatakan, potensi sarang burung walet di Indonesia
sangat luar biasa karena jumlah rumah burung walet mencapai ribuan. Namun yang
berhasil didata ada sekitar 927 rumah sarang burung walet di Indonesia.”Ini
sangat luar biasa, tinggal bagaimana pembinaan antara pemerintah pusat dan
daerah. Namun terkadang untuk di daerah terkendala dengan peraturan daerah
(perda) terkait pajak keberadaan rumah walet,” katanya.
Hingga saat ini, lanjut Agus, ekspor sarang burung walet sudah menyasar 24
negara, seperti Amerika, Canada, Australia dan seluruh negara di Asia.”Saya
berharap petani sarang burung walet tetap semangat meskipun dalam kondisi
pandemi seperti ini. Justru dalam kondisi pandemi ini bisa menguntungkan,”
pungkasnya.(swd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *