oleh

Edy Mulyadi : Tim Advokasi Sebut Ketua KOMNAS HAM Tak Beradab

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta,  TributeAsia.com-Pernyataan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, bahwa enam anggota FPI tertawa-tawa dan menikmati pergulatan dengan petugas kepolisian menuai banyak kecaman. Bahkan Tim Advokasi Korban 7 Desember 2020, menyebut Damanik tak beradab.

Tim Advokasi Korban 7 Desember 2020 selaku kuasa keluarga korban
menyatakan Damanik telah membangun konstruksi narasi dengan sangat
subjektif dan berat sebelah. Akibatnya, Komnas HAM RI di bawah Damanik yang seharusnya menjadi National Human Rights Defenders,
berubah jadi National Defenders for Human Rights Perpetrators.

Tim Advokasi juga menilai pernyataan Damanik
justru menyudutkan enam korban pelanggaran HAM berat semakin memperlihatkan
sikap unethical conduct alias tidak beradab.

Menurut Tim Advokasi, pernyataan tersebut, yaitu
tindakan tertawa-tawa oleh korban yang dikonstruksikan secara negatif, telah
menjadi justifikasi untuk menghalalkan pembunuhan secara sistematis terhadap
penduduk sipil, yang merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM berat, hanya berdasarkan dari sebagian kecil rentetan dari peristiwa tragedi
kemanusiaan,”kata Edy Mulyadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *