oleh

Polres dan Kodim Jamin Keamanan Vaksinasi Covid-19 dan PPKM di Kota Depok

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Kota Depok, (13/1), tributeasia.com–Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar mengatakan polres, bersama dengan Kodim 0508 siaga mendukung pengamanan vaksinasi  Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Wali Kota Depok Mohammad Idris, sudah mengeluarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/17/Kpts/Dinkes/Huk/2021 tentang Perpanjangan Ketujuh Pembatasan Jam Operasional Kegiatan Toko, Pusat Perbelanjaan, dan Tempat Usaha/Pusat Kegiatan Lainnya, serta Sektor Esensial Yang 

Berkaitan Dengan Kebutuhan Pokok Masyarakat dan Aktivitas Warga yang berlaku sejak Senin 11 Januari hingga 25 Januari 2021. 

“Kami dari Polri dan TNI mendukung kebijakan pemkot ini dalam hal vaksinasi ini berjalan termasuk dalam hal pengamanan. Saya harapkan kepada masyarakat untuk juga bergotong royong mensukseskan vaksinasi ini,” jawab Imran Edwin Siregar usai dampingi Mohammad Idris berserta Dandim 0508 Kolonel Infanteri Agus Isrok. 

Mengenai pengawasan dan penegakan PPKM dari tgl 11 hingga 25 januari ini juga atensi khusus dari Polri dan TNI  untuk awasi kepatuhan masyarakat.

“Kami sudah buat team khusus, dari pagi hingga malam, dan dari malam hingga pagi lagi. Tim gabungan,” ujarnya yang diangguki Agus Isrok. 

Sebut Imran, regu petugas gabungan dari jajaran Polres Metro Depok, Kodim 0508 Kota Depok, dan Satpol PP Kota Depok beroperasi menjaga kepatuhan warga kepada PPKM ini, siang-malam dari pagi ke malam hari hingga kembali pagi. 

Ditimpali Wali, Mohammad Idris menjelaskan, razia kepatuhan diperketat saat pukul 24.00 WIB, alasannya, karena banyak pemilik kafetaria yang membuka kembali setelah di atas pukul 21.00 WIB untuk mengecoh petugas. Kemudian buka hingga dini hari. 

“Mengapa operasi di pukul 12 malam? Mohon maaf ni, saya buka ini. Ada pengusaha yang nakal, jam 21 dilihat oleh satpol PP, tutup, tapi buka lagi hingga larut malam. Ada hingga jam 2 yang masih buka. Melanggar Ini. Ini urusan Pak kapolres dan Pak Dandim ni untuk menagangani. Memang gitu permasalahannya,” ucap Idris. 

Menjawab wartawan mengenai PPKM, Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana kata, penegakkan keputusan wali ini mengacu pada Perwal Nomor 59 dan 60 yaitu, tentang sanksi administrasi atau denda uang kepada pelaku usaha yang melanggar.  

“Kota depok lebih mudah penerapan PPKM karena hampir sama dengan PSBB cuma hanya mengatur jam jam operasionalnya saja. Memang kepatuhan warga akhir akhir ini menurun. Faktor naik Covid ini karena faktor kedisiplinan warga yg menurun. Mulai abai dengan prokes,” jelas Dadang Wihana. (Hir7272)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *