oleh

Tenteng Pistol di Pancoran Oknum Brimob dilaporkan ke Komnas HAM

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta,  TributeAsia.com-Warga Pancoran Jakarta Selatan adukan oknum Brimob ke Komnas HAM karena nenteng senjata api dipemukiman penduduk. Dikatakan Okta Yuda Irawan warga merasa terintimidasi atas kehadiran personil kepolisian dilahan sengketa.

Namun, warga menduga oknum Brimob bersikap tidak netral dilahan yang berada di Jalan Buntu II, Pancoran, Jakarta Selatan. Terlebih, ketika PT Pertamina melalui kuasanya hadir ditengah-tengah pemukiman penduduk setempat.

” Warga Pancoran itu merasa diintimidasi oleh oknum Brimob, kita berdiri di lahan sengketa warga tidak mempertahankan kemarin. Kayaknya oknum Brimob itu ngikut ke arah satu sisi nenteng-nenteng senjata dan warga merasa terintimidasi,” ujar Okta, Rabu (13/1/2021).

Menurut dia, sejumlah warga telah melaporkan kejadian intimidasi itu ke Komnas HAM di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat. Sebelumnya, warga tidak nyaman lingkungannya diduduki oleh sejumlah anggota Brimob dan warga juga mempertanyakan penugasan aparat dilokasi. Lanjutnya, warga akan menceritakan kronologis kejadian itu secara tertulis dan melayangkan kembali ke Komnas HAM.

” Setiap ada pergerakan ada penambahan pasukan warga tanya pun surat perintah mereka belum bisa ditunjukkan atau surat tugas itu belum bisa ditunjukkan kepada warga. Banyak warga yang bertanya disini mereka (oknum Brimob) menjawab saya hanya bertugas sebagai pengamanan. Ada warga yang bertanya surat perintah bapak ada tidak,” jelas Okta yang telah menyambangi kantor Komnas HAM.

Salah seorang ibu rumah tangga, Parti yang juga tinggal dilokasi tersebut turut mengatakan sebagian warga sempat diminta foto copy KTP oleh petugas Polres Jakarta Selatan dengan didampingi anggota Brimob.

Dalam penjelasannya, setelah dimintai foto copy KTP oleh polisi dia rencanakan akan dipanggil petugas. Hingga kini, diutarakan Parti dirinya tidak pernah dipanggil polisi yang pernah mendatangi dia.

” Saya dimintain foto copy KTP terus sama dia kalau dipanggil ibu harus datang kalau tidak saya datang lagi semua orang diminta foto copy KTP. Mungkin itu bentuk ngancam kali ya,” tuturnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *