oleh

Menang Pilkada, IBH Ucap Innalillahi wa innailaihirajiun dan Mohon Maaf Kepada Pradi-Afifah

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Kota Depok, tributeasia.com–Usai  sudah Pleno Rekapitulasi Suara (PRS) Pilkada Kota Depok 2020. Selasa (12/15), Pleno KPU Kota Depok menetapkan hasil perolehan suara pasangan Mohammad Idris- Imam Budi Hartono unggul 55,55 persen dari Pradi Supriatna -Afifah Alia jadi 44, 45 persen. 

Ketua KPU Kota Depok Nana Sobarna menjelaskan, dijadwalkan, pada Rabu (23/12) nanti, KPU Kota Depok akan menggunakan secara resmi hasilnya.

Menanggapi hasil PRS KPU ini,  Calon Wakil Wali Imam Budi Hartono (IBH) tak jumawa. Dengan kerendahan hati dia merasa hasil pencoblosan Pilkada Kota Depok Rabu, 9 Desember 2020 ini, sebagai amanah yg sangat berat.

“Innalillahi wa innailaihirajiun. Doakan kami dapat menjalankan amanah ini dengan baik. Insya Allah kami akan berkomitmen melaksanakan program-program dalam kampanye kemarin,” ucap IBH lirih, di pekarangan Hotel Bumi Wiyata (HBW) Kota Depok, Selasa (15/12). 

IBH berbijak datang ke HBW untuk menjumpai para awak pers bersamaan. Sebab, tak sedikit wartawan silih berganti menghubunginya secara selular untuk diminta komentarnya sebagai pihak utama dari hasil Pilkada ini. 

Daripada, awak pers sulit menemui IBH dan IBH payah pula menjawab satu per satu telepon selular wartawan, IBH menuruti permintaan wartawan untuk datang menemui.

Selainnya, IBH juga sekaligus ingin menyapa para pendukung yang sedang berada di pekarangan HBW sekadar mengucapkan terimakasih. Dia tampil bersahaja sembari duduk di tikar di rerumputan di sebuah sudut HBW, IBH menemui relasinya ini.

“Ini adalah kemenangan semua  warga Kota Depok tanpa kecuali.  Kemenangan kaum emak-emak, buruh, guru, para ustadz-ustadzah, habaib, pendeta, komunitas konghucu, hindu, budha, kaum milenial, dan pemuda yg berharap Kota Depok lebih baik lagi. Terutama bangkit dari kondisi terpuruknya ekonomi karena Covid-19,” ungkap IBH.

Kemudian dia melanjutkan, “Kita akan hidupkan para pebisnis UMKM, startup baru. Menambah pusat-pusat olahraga sehingga akan menambah imunitas kesehatan bagi warga. Memperbanyak ruang terbuka hijau untuk ruang bermain kanak-kanak sebagai generasi cerdas Kota Depok,” tambahnya.

Tak luput, IBH juga ungkapkan berterimakasih kepada partai pengusung PKS, Demokrat, PPP, Berkarya, tim sukses, komunitas Idris Imam, dan semua warga para pendukung setia Idris-Imam. Dan, penghargaan kepada semua warga partisipan pencoblos semuanya tanpa terkecuali. 

“Saya memohon maaf kepada seluruh warga  Kota Depok jika selama kampanye ada hal-hal yang tidak berkenan. Termasuk kami juga memohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam kepada paslon satu,  Pak pradi dan Bu afifah. Pilkada sudah selesai mari kita Bangun Depok Bersama menuju Kota Depok Maju – Berbudaya dan Sejahtera,” ungkapnya.

Menanggapi sifat IBH, tokoh masyarakat, Adi Kumis sebut, sikap IBH ini memberikan nuansa positif pascapilakda. Bagi Adi, semua pihak dapat kembali akur-bersama. 

“Bagus ini ungkapan rasa, pikiran, dan tindakan IBH. Yuk…. kita sambut. Kembali warga Kota Depok menciptakan kondusivitas. Kehidupan kemasyarakatan kita harus segera pulih dari gangguan pendemo Covid-19 ini. Pak IBH sudah menularkan sikap positif pascapilakda ini. Mari kita terima hasil yang sudah ditetapkan Pleno KPU bahwa Idris-IBH unggul,” ucapnya. 

Sebut Adi Kumis, mengapa IBH mengucapkan kalimat innalillahi wa innailaihirajiun. Alasannya, ujian atau musibah tak selalu harus dikaitkan dengan hal-hal yang merugikan manusia tetapi, hal yang menyenangkan dapat dimaknai pula sebagai ujian yang datang dari Tuhan yang perlu jaga sebagai amanah. 

“Saat terkena musibah kita pun harus mengucapkan ‘innalillahi wa innailaihirajiun juga saat mendapatkan anugerah dan amanah pun itu juga dapat jadi cobaan nantinya. Musibah yang menghampiri kadang bisa menjadi anugerah atau sebaliknya, anugerah pun dapat mendatangkannya musibah. Arti  ‘innalillahi wa innailaihirajiun itu adalah, sesungguhnya kita adalah milik Allah dan semuanya akan kembali pada Allah Subhanahuwata’ala. Kalimat ini memiliki  makna kalau semua yang ada di dunia ini adalah takdir dan milik Allah sesuai kehendak-Nya,” ucap Adi Kumis. (Hir.72)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *