oleh

Data Ponsel Djoko Tjhandra di Ungkapkan Ahli Digital Forensik

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TributeAsia.com-Perkara pemalsuan surat jalan palsu Joko Soegiarto Tjhandra alias Djoko Tjhandra Cs kini mendatangkan saksi ahli digital forensik ke PN Jaktim. Menurut Soesilo Aribowo selaku tim kuasa hukum Djoko Tjhandra menjelaskan nomor ponsel kliennya telah puluhan tahun tidak aktif.

Kata dia, apa yang diutarakan oleh saksi ahli forensik di ruang sidang utama tersebut meskipun nomor ponsel kliennya tidak digunakan lagi, tetapi kemungkinan masih tersimpan data di iCloud.

” Yang pertama itu kan ahli digital forensik dari nomor lama pak joko chandra sebenarnya, dan nomor-nomor itu sudah tidak ada jauh sudah berapa puluh tahun sudah tidak terpakai,” terang kuasa hukum Djoko Tjhandra, Selasa (17/11/2020).

Namun, menyinggung kesaksian ahli forensik digital ini dia menyampaikan bahwasanya ahli menganalisa barang bukti flashdisk yang diperoleh dari penyidik. Tim kuasa hukum Djoko Tjhandra juga menambahkan kliennya telah mengganti nomor ponsel yang baru.

” Kedua dengan adanya ahli digital sebenarnya tidak menemukan hal baru, mereka hanya membaca dari flashdisk yang diberikan oleh penyidik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, saksi ahli yang hadir dipersidangan tidak mengetahui secara pasti perihal isi dokumen/data yang berada di flashdisk tersebut. Disamping memberikan keterangan seputar IT, ahli turut menayangkan sejumlah data-data melalui proyektor diruang sidang.

” Jadi, artinya digital forensik bukan bisa atau belum bisa membuktikan adanya dokumen-dokumen isi yang asli seperti itu yang paling penting,” kata dia lagi.

Untuk kesempatan sidang berikutnya, Soesilo Aribowo akan menghadirkan ahli pidana ke PN Jaktim. Lepas dari itu, di persidangan Djoko Tjhandra ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) turut dilibatkan.

” Yang paling penting adalah seberapa jauh barang-barang bukti atau analisa forensik tadi bisa men-transformasi menjadi alat bukti,” tutur kuasa hukum.

Djoko Tjhandra didakwa Primair Pasal 263 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. Subsidair Pasal 263 ayat (2) Jo Pasal 64 KUHP. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *