oleh

Paslon 02 Idris: Pilkada Politik Aju Gagasan bukan Emosional Adu Ayam Berangan Muluk-muluk

Iklan Asia Mas Tour and Travel

#H-23:CoblosPilkadaKota Depok#9Desember2020

Pilkada adalah gawai demokrasi sebagai perangkat negara demokratis. Di kenduri politik ini untuk adu gagasan antar pihak demi memilih pemimpin yang berakal sehat bukan berakal sesat dengan pola kampnye hitam memburuk-burukkan lawan politik. 

Di Kota Depok, saat ini sedang berlangsung proses Pilkada Serentak Indonesia 2020. Wali Kota Depok Mohammad Idris kembali maju sebagai kandidat wali berpasangan dengan Imam Budi Hartono (IBH), Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat. 

Dan, maju sebagai Kandidat di Paslon 02 di Pencoblosan Pilkada Kota Depok, 9 Desember 2020 ini, Idris cuti selama masa kampanye hingga 6 Desember. Sedangkan IBH sudah berhenti dari keanggotaan DPRD Jawa Barat.

Dalam suatu kesempatan kunjungan politiknya ke Rukun Tetangga 03, Rukun Warga 03, Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Idris menyampaikan gagasan akal sehat Pilkada Sehat dengan tetap jaga persaudaraan dan kerukunan antar masyarakat di Kota Depok. 

“Sehingga politik pilkada sebaiknya mengedepankan pilkada gagasan, jangan malah politik adu ayam, yaitu emosional dengan menghalalkan segala cara jatuh korban yaitu seperti ayam aduan tersebut,” ujar lelaki yang sudah dua periode berturut-turut memimpin kewalian Kota Depok sebagai wakil yang dilanjutkan sebagai wali. 

Wali Idris, yang sedang memperjuangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Kegiatan Religius (PKR) mengarahkan masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan rumor atau gosip yang membuat warga marah, sehingga mempengaruhi akal sehat dan kecerdasan berbangsa dan bernegara. 

Itu pun, niat baik Idris, Pemkot Depok soal Raperda PKR ini mendapat penentangan secara membabi-buta dari segelintir kelompok liberalisme, sekularisme, atau sosialisme, atau hedonisme yang antianturan religius.

Padahal, dengan Raperda PKR ini Pemkot Depok akan dapat lebih mendukung kegiatan religius semua agama. Sehingga punya payung hukum daerah memberikan bantuan daya dan dana saban tahun kepada aktivitas keagamaan tanpa pengecualian agama. 

Selanjutnya, pasangan Imam Budi Hartono di Pilkada Kota Depok, 9 Desember ini, menekankan ingatan supaya masyarakat lebih mencermati dan menelaah program yang realistis dari calon walikota. Menurutnya program kesehatan gratis tidak realistis, jika itu dilaksanakan APBD Kota Depok bisa bangkrut. 

“Saya berpengalaman di Pemerintahan Kota Depok, dan Pak Imam berpengalaman anggaran di DPRD Provinsi Jawa Barat. Kalau program kesehatan gratis, APBD Kota Depok bisa bangkrut,” ungkapnya.

Padahal lanjutnya,  selama ini toh, pemerintahan yaitu legislator dan eksekutor Kota Depok sudah menganggarkan bantuan sosial iuran BPJS dibayar kepada warga tak mampu. Jadi, soal program kesehatan gratis tak usah dipersoalkan lagi seakan ide baru. 

Selain itu, menurutnya, Idris-Imam telah menyiapkan program beasiswa bagi warga miskin dan miskin baru, karena saat Covid-19 banyak warga yang kehilangan pekerjaan, dan menjadi warga miskin baru.

Jadi, ungkap Wali Paslon 02 ini, Idris-Imam sudah menganalisa termasuk para dewan yang sudah memahami anggaran untuk melaksanakan 10 Janji Kampanye sesuai aturan KPU yang realistis yaitu,

  1. Dana Rp5 Miliar per kelurahan.
  2. 5000 pengusaha/startup baru dan 1000 perempuan pengusaha.
  3. Meningkatkan insentif guru honorer dan guru swasta.
  4. Alun-alun dan taman hutan kota di wilayah barat.
  5. Meningkatkan insentif pembimbing rohani.
  6. Meningkatkan insentif RT, RW, LPM.
  7. Pusat Olahraga dan UMKM 
  8. Wifi Gratis di lingkungan sosial warga. 
  9. Sekolah/Madrasah Negeri per Kecamatan. 
  10. Posyandu/Posbindu di setiap RW.

“Jangan tergiur dengan janji kampanye yang muluk-muluk, jangan mudah tergiur dengan gaya perilaku pertaruhan adu ayam janji manis jika menang akan kolok-kalok,” tegas Kyai Idris. (Hir.72)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *