oleh

Sinyalemen Oknum Legislator yang ‘Main’ Proyek Malah Keras Mengritik

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Kota Depok, tributeasia.com–Tokoh muda pegiat sosial Rohman mengajak masyarakat lebih detail dan teliti menilai kinerja para kandidat di Pilkada Kota Depok 2020 ini. 

Biasanya, para musuh politik akan serampangan menyerang dan memburuk-burukkan kinerja Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Calon Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono. 

Tak hanya sampai di situ, lawan politik inu tersinyalemen juga menyerang hingga ke ranah pribadi Paslon 02 Idris-Imam. Lawan politik disinyalir beraliran liberalis dan sekularis. 

“Saya mengajak kaum muda untuk pandai, cerdas, teliti, cermat, dan lainya dalam berpolitik,” ujar Rohman. 

Rohman akui, kinerja Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selama 15 tahun politisinya menjabat wali kemajuan pembangunan mental dan fisik Kota Depok sangatlah maju. 

PKS dengan partai koalisinya di Pilkada Kota Depok yang ada telah menghantarkan Nurmahmudi Ismail sebagai wali dua periode dan Mohammad Idris satu periode. Warga berharap Mohammad Idris dapat kembali menjadi wali kali kedua bersama Imam Budi Hartono di periode 2021-2026.

Rohman, menjelaskan, sinyalemen sejumlah legislator di semua level lembaga perwakilan rakyat (DPR) yang main proyek di bidang infrastruktur, jadi calo perizinan ataupun calon anggaran. 

Anehnya, pembodohan publik terjadi, bak orang bersih para oknum legislator ini semaunya menyerang petaha di kontestasi Pilkada nama saja. Padahal tak terelakkan ada dugaan jejak mareka di sejumlah proyek-proyek anggaran pemerintahan tersebut milik rakyat itu. 

Bahwa, misalnya legislator itu yang mengajukan kegiatan pendanaan  pembangunan, kemudian dikuasainya demi mendapat keuntungan materi berupa komisi proyek dengan menentukan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. 

Kemudian, terduga ada pula legislator yang menjadi calon dan penguasa dalam perizinan sesuatu kawasan proyek kawasan mega bisnis. 

Selain itu, marak sinyalemen pula bahwa ada oknum anggota legislator menggunakan keluarganya atau orang kepercayaannya membuat perusahaan untuk mengerjakan proyek aspirasinya atau proyek giringannya.

Jadi, perilaku ini bak pepatah ‘Lempar Batu Sembunyi Tangan’ atau ‘Buruk Wajah Cermin Dibelah’. (Hir.72)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *