oleh

Bukti Asli Tidak Ada Surat Jalan Palsu Djoko Tjhandra Cs di Perdebatkan

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TributeAsia.com-Sekretaris pribadi terdakwa Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Eti Wahyuni menjelaskan surat rekomendasi kesehatan COVID-19 di PN Jaktim. Dalam perkara surat jalan palsu, Eti mengatakan rekomendasi rapidtes dibuat pada tanggal 5 atas permintaan terdakwa Anita Dewi A. Kolopaking.

” Buat rekomendasikan kesehatan dibuat tanggal 5 untuk (perjalanan) tanggal 5 atas permintaan ibu Anita ,” ujar saksi, Kamis (5/11/2020).

Kata Eti, kala itu dia menyampaikan proses pembuatan surat keterangan COVID-19 diperintahkan oleh pimpinannya yakni Brigjen Pol Prasetijo Utomo. Dia juga menambahkan, terkait rapid tes dirinya telah menghubungi dr. Sugiri tim Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.

Dia menambahkan, tugas utama sebagai sekretaris tak lain membidangi administrasi termasuk mengurus kepentingan Prasetijo Utomo eks Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS (Karokorwas) Bareskrim Polri.

” Perintahnya tanggal 3. Tugas mengatur administrasi lebih condong mengurus Karokorwas,” ujar saksi.

Sementara, Lingga Setiawan selaku Majelis Hakim PN Jaktim dalam perkara surat jalan palsu ini memastikan isi BAP saksi. Lingga juga mengulang kembali dan membacakan dipersidangan perihal kelengkapan administrasi perjalanan.

” BAP tanngal 23 Juli 2019 atas perintah Karokorwas PPNS Brigjen Pol Prasetijo Utomo. Memang saudara tidak tahu Joko Soegiarto Tjhandra ,” kata majelis hakim PN Jaktim.

Soesilo Aribowo mengatakan surat jalan palsu yang dipermasalahkan ini tidak diketahui oleh kliennya. Bukti-bukti tersebut menurutnya diperoleh hanya berupa foto sreenshot melalui WhatsApp. Anehnya, kata kuasa hukum Djoko Tjhandra, barang bukti surat jalan yang dianggap palsu tersebut tidak ditemukan yang aslinya hingga kini.

” Kemudian rekomendasi mengenai kesehatan, Pak Djoko tidak tahu. KTP atau identitas yang diberikan ketika itu kan bukan berasal dari KTP aslinya. Foto-foto itulah yang beredar pada saat itu,” terangnya.

Dia melanjutkan, Kliennya tidak pernah mengirimkan identitas atau kartu tanda penduduk kepada para saksi. Terlebih, Djoko Tjhandra juga tidak pernah berhubungan langsung dengan saksi-saksi yang hadir di persidangan.

” Pak Djoko Tjhandra tidak pernah mengirimkan foto-foto KTP itu kepada mereka. Karena tidak kenal dan Pak Djoko Tjandra tidak pernah berhubungan, kontak saja tidak pernah,” tegasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *