oleh

Orang yang Bilang PKS Wahabi Pasti Logikanya Gak Nyambung

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Kota Depok, tributeasia.com–Wali Kota Depok Mohammad Idris adalah sosok politisi yang blak-blak. Dia orang yang suka berbicara langsung di depan daripada di belakang. 

Saat ini Wali Idris dalam status cuti diluar demi Pilkada Kota Depok 2020. Idris sebagai Paslon 02 Calon Wali dengan Imam Budi Hartono sebagai wakilnya. Imam adalah mantan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat. 

“Habib, dan Bapak, Ibu semua, mumpung saya datang ni, ayo sampein deh apa aspirasinya ke saya. InsyaAllah, Allah mendengar doa dan perjuangan kita,” ujar Idris. 

Di kesempatan silaturrahim ke Majelis Taklim Bahrurrasul pimpinan Habib Hasan Al-Bahar di RW 10, Sukamaju Cilodong, pekan lalu. Idris menjawab adanya kampanye hitam bahwa PKS itu beraliran Wahabi. 

“Kalau ada orang bilang PKS itu Wahabi, itu salah besar. Gak nyambung. Itu fitnah. Orangnya tidak mengerti tentang mazhab-mazhab Islam ahlussunah waljamaah,” jawab Idris. 

Idris tegaskan bahwa PKS adalah Ahlussunah waljamaah. Walau ada anggota PKS yang lulusan perguruan tinggi di universitas di Arab Saudi, tidak serta-merta menjadi pengikut mazhab  di Arab Saudi. 

“Itu kan Pak Hidayat Nur Wahid, bagian pendiri Partai Keadilan. Sempat ditanya oleh gurunya di Universitas Islam Madinah. Ditanya, apa benar ente ketua partai politik?,” kisah Idris.

“Jadi bagaimana mau Wahabi kalau kita berpartai. Wahabi itu adalah mazhab ulama di Arab Saudi. Di Arab Saudi tidak boleh ada partai politik sebab di sana adalah Kerajaan. Kerajaan absolut lagi. Jadi gimana Wahabi, kalau kita berdemokrasi di sini. Berpartai politik di sini. sedangkan di sana kaga. Paham kan,” jelas Idris, disusul tertawa geli. 

Idris tampakan tertawa geli mengingat orang-orang yang menuduh tanpa punya ilmu pengetahuan. 

Baru-baru ini, team pemenangan Paslon 02 Idris-Imam bertepatan 12 Rabiul awal 1443 Hijriyah bertepatan 29 Oktober 2020 selenggarakan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu’alaihiwassalam secara virtual kolosal. Maulid ini diselenggarakan trilogi bersama Hari Santri Nasional dan Soempah Pemoeda. 

Sama seperti Idris, Hidayat Nur Wahid juga santri alumni Pondok Pesantrian Modern Darussalam Gontor. Kemudian lanjut kuliah di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Dari sini Nur Wahid menempuh studi magister dan doktor di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

Kumpulan informasi mazhab wahabi ditujukan kepada tokoh pergerakan Islam di Arab Saudi dalam mengusir penjajahan Inggris yaitu Muhammad bin Abdul Wahab di akhir abad ke-18. 

Sama seperti peran para ulama terkemuka di Indonesia dalam membina umat muslim dalam menentang penjajahan Belanda. Ulama Indonesia itu diantaranya seperti KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Ashari. Semua mareka ini adalah ahlussunah waljamaah.  

Sedangkan, tokoh guru di Sukamaju, Ahmad Hidir, tegas mengatakan bahwa mayoritas masyarakat di lingkungannya nyata dan tegas mendukung dan memilih Paslon 02 Idris-Imam di Pilkada Depok di hari pencoblosan 9 Desember 2020 nanti. 

Ahmad Hidir jelas meminta kepada Idris jika kembali memimpin nanti lebih memperhatikan pembangunan Sukamaju dan Majelis Taklim Bahrurrasul sebagai majelis pencinta Islam dan Rasul.

“Pak Kyai, kami blak-blakan aja. Ada yang bilang macam-macam. Saya jawabnya ogah ribet. Lebih baik kita pilih pemimpin yang jelas agamanya. Yang jelas-jelas menyatakan keberpihakan kepada pembagunan keagamaan dan membangun moral bangsa. Nanti kalau insyaAllah jadi, lebih perhatikanlah urusan agama ini. Pakai uang halal dari negara,” tegas Ahmad Hidir. (Hir.72) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *