oleh

Do’a Sapu Jagad yang Paling Sering Dibaca Rasûlullâh

Iklan Asia Mas Tour and Travel

عَنْ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. (رواه البخاري)

Artinya :
_Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Do’a yang paling sering dibaca oleh Rasûlullâh ﷺ adalah ‘Ya Allah, Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka.”_ (HR Bukhari)

1. Do’a sapu jagad sangat ma’ruf sekali di tengah-tengah kita. Kenapa sampai disebut sapu jagad? Karena do’a ini benar-benar ampuh yang di dalamnya berisi permintaan seluruh kebaikan di dunia dan akhirat.
2. Kita dianjurkan memperbanyak do’a tersebut, karena do’anya yang singkat dengan lafadz yang sedikit, namun sudah mencakup permintaan kebaikan dunia dan akhirat.
3. Diantara do’a Rasûlullâh ﷺ kebanyakannya memakai do’a sapu jagad ini, karena diambil dari ayat al-Qur’an, kandungannya padat mencakup do’a seluruhnya, yaitu di dalamnya terdapat permintaan nikmat dunia, nikmat akhirat, dan diselamatkan dari siksa neraka.
4. Para sahabat radhiyallahu ‘anhum semangat menjaga sunnah Nabi ﷺ dan mengamalkan do’a sapu jagad ini.
5. Imam Muslim menambahkan dalam riwayatnya,
وَكَانَ أَنَسٌ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْعُوَ بِدَعْوَةٍ دَعَا بِهَا فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْعُوَ بِدُعَاءٍ دَعَا بِهَا فِيهِ.
_“Jika Anas radhiyallahu ‘anhu hendak berdo’a, ia pasti berdo’a dengan do’a tersebut. Jika ia hendak berdo’a dengan do’a yang lain, ia pun menyisipkan do’a tersebut di dalamnya.”_ (HR. Muslim, no. 2690)
6. Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan,
لَمْ يَدْعُ نَبِيّ وَلَا صَالِح بِشَيْءٍ إِلَّا دَخَلَ فِي هَذَا الدُّعَاء.
_“Tidaklah seorang nabi maupun orang shaleh berdo’a melainkan mereka menggunakan do’a ini.”_ (Fath Al-Bari, 2:322)
7. Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, _“Do’a sapu jagad ini berisi permintaan kebaikan di dunia seluruhnya dan dihindarkan dari seluruh kejelekan. Yang dimaksud kebaikan dunia adalah nikmat kesehatan, rumah yang lapang, istri yang penuh dengan kebaikan, rezeki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal shaleh, kendaraan yang menyenangkan, pujian yang baik, serta kebaikan-kebaikan lainnya dengan berbagai ungkapan dari pakar tafsir. Apa yang disebutkan oleh para ulama pakar tafsir semuanya tidaklah saling bertentangan. Karena seluruh kebaikan dunia tercakup dalam do’a tersebut. Adapun kebaikan di akhirat yang diminta dalam do’a ini tentu saja lebih tinggi dari kebaikan di dunia yaitu dimasukkannya ke dalam surga, dibebaskan dari rasa khawatir (takut), diberi kemudahan dalam hisab (perhitungan amalan) di akhirat, serta berbagai kebaikan akhirat lainnya. Adapun permintaan diselamatkan dari siksa neraka mengandung permintaan agar kita dibebaskan dari berbagai sebab yang menjerumuskan ke dalam neraka yaitu dengan dijauhkan dari berbagai perbuatan yang haram dan dosa, dan diberi petunjuk untuk meninggalkan hal-hal syubhat (yang masih samar/abu-abu) dan hal-hal yang haram.”_ (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2:122)
8. Imam Nawawi rahimahullah berkata mengenai pengertian do’a tersebut,
وَأَظْهَرُ الْأَقْوَال فِي تَفْسِير الْحَسَنَة فِي الدُّنْيَا أَنَّهَا الْعِبَادَة وَالْعَافِيَة، وَفِي الْآخِرَة الْجَنَّة وَالْمَغْفِرَة، وَقِيلَ: الْحَسَنَة تَعُمّ الدُّنْيَا وَالْآخِرَة.
_“Pendapat yang lebih tepat mengenai tafsiran ‘kebaikan di dunia’ adalah ibadah dan ‘afiyah (kesehatan). Adapun ‘kebaikan di akhirat’ adalah surga dan ampunan Allah. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa kebaikan di situ bersifat umum untuk seluruh kebaikan di dunia dan akhirat.”_ (Syarh Shahih Muslim, 17:13)
9. Dan menyinggung tentang indikator kesuksesan dunia dan akhirat, Rasûlullâh ﷺ bersabda:
أَرْبَعٌ مَنْ أُعْطِيَهُنَّ فَقَدْ أُعْطِيَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ: قَلْبٌ شَاكِرٌ، وَلِسَانٌ ذَاكِرٌ، وَبَدَنٌ عَلَى الْبَلَاءِ صَابِرٌ، وَزَوْجَةٌ لَا تَبْغِيهِ خَوْنًا فِي نَفْسِهَا وَلَا مَالِهِ.
_”Ada empat perkara, barang siapa yang mendapatkannya maka berarti ia telah dianugerahi kebaikan dunia dan akhirat. Pertama, Orang yang mempunyai hati yang bersyukur. Kedua, orang yang lisannya selalu dzikir. Ketiga, orang yang selalu bersabar ketika mendapatkan bala’. Keempat, Orang yang mempunyai istri shalihah yang tak berkhianat pada dirinya dan harta suaminya.”_ [HR Thabrani]
10. Dan kesuksesan dunia-akhirat itulah yang senantiasa dipanjatkan oleh Rasûlullâh ﷺ dalam do’a beliau sebagaimana dikisahkan oleh Anas bin Malik ra. di atas. Semoga Allah al-Bari membuka hati kita untuk senantiasa mentaati Allah dan Rasul-Nya sehingga kita mendapatkan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Dan semoga kita diberikan istiqomah untuk mengamalkan do’a sapu jagad ini sebagaimana Rasûlullâh ﷺ, para sahabat, dan orang-orang shaleh. Aamiin…

1. Do’a sapu jagad tersebut diucapkan ketika telah selesai menunaikan manasik haji, terutama banyak dibaca di hari-hari tasyrik di bulan Dzulhijjah sebagaimana anjuran sebagai salaf. Ayat yang menyebutkan hal ini;

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَذِكْرِكُمْ آَبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۞ وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۞

_“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendo’a: “Ya Rabb kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdo’a: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”_ (QS. Al Baqarah/2: 200-201)

2. Kunci kesuksesan di dunia terdapat dalam firman Allah SWT.;

وَمَنْ يُطِعْ اللّٰهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ۞

_”Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kesuksesan yang besar.”_ (QS. Al-Ahzab/33: 71)

3. Dan inti kesuksesan di akhirat difirmankan Allah SWT.;

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۞

_’Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah sukses.”_ (QS. Ali-Imran/3: 185)

4. Adapun kesuksesan yang hanya bertumpu pada materi duniawi maka itu adalah kesuksesan yang semu. Allah SWT. melanjutkan firman-Nya;

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ ۞

_”Dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”_ (QS. Ali-Imran/3: 185)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *