oleh

Bah…! Apa Pulak: Kata Buruk Bersebab Benci Pada Kyai Idris di Pilkada Kota Depok (?)

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Kota Depok tributrasia.com–Silang kata masa kampanye Pilkada Kota Depok 2020 buat risih sejumlah warga. 

Disebutkan Fuad Hilman warga pecinta demokrasi, perbedaan dan perdebatan dalam kenduri demokrasi seperti pilkada adalah wajar. Namun jelas Hilman perdebatan pada perbedaan itu pada ranah wacana gagasan, program tak elok masuk ke wilayah pribadi ditingkahi dengan perkataan buruk. 

“Kita hindarilah, haram hukumnya menyerang kepribadian. Hindari pakai kata buruk seperti berbohong, pembohong, atau pendusta. Antar paslon boleh saling kritisi gagasan dan program supaya mareka teruji berargumentasi dan mempertahankan gagasannya,” ujar Hilman.

Fuad mencontohkan, mengenai pemberitaan yang menyebutkan kata pembohong kepada Paslon 02 Wali Kota Depok Muhammad Idris. 

“Bah….! Ada pulak begitu…. AdaPepatah, bahasa itu menunjukkan bangsa. Maksudnya menunjukkan dari pergaulan mana Anda berada,” ucap sosok berlatar belakang kesarjanaan bahasa Indonesia ini. 

Jelas Fuad, belakangan ini, marak berita menghujat Wali Kota Depok Mohammad Idris dipertentangkan dengan politikus yang pernah menjadi anggota PKS. Padahal Sebagian besar dari mareka sudah nyata dan lama keluar dari PKS dengan membentuk organ politik baru. 

Sementara, disebutkan Ketua DPD PKS Kota Depok Mohammad Hafidz, PKS tak mengurusi soal ‘pemburukan’ opini publik soal mantan anggota PKS tersebut. 

“Lah…. Sudah keluar yang bukan anggota lagi. Ya…. Suka-suka merekalah…. Gak ada urusannya dengan kami. Soal keluar masuk anggota sebuah partai politik sih wajar, sudah ada sejak dulu,” sebut cendekiawan Indonesia  lulusan perguruan tinggi di Federasi Jerman ini. 

Itulah, bagi Hafidz, jika ada pihak yang terus koar-koarkan mengenai para sang mantan tersebut bertujuan menggerus elektabilitas PKS dikaitkan dengan kemenangan Paslon 02 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono di Pilkada 9 Desember 2020 dikesankan Hafidz, jauh panggang daripada api. 

“Tak mungkin mendapat hasil baik jika dengan cara tak baik atau buruk. Sebab warga Kota Depok akan berpartisipasi dalam pilkada dengan hati yang damai dan bersih,” sebutnya. 

Bagi Hilman, bak, buruk rupa cermin dibelah, maka polah kaum hoaxers tak akan menuai keberkahan dan keberhasilan. (Hir.72)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *