oleh

Gerakan Kembali ke UUD 1945, Orator di DPR: Pokok Permasalahan Bangsa Konstitusi

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Jakarta, TributeAsia.com-Doli Yatim mengatakan permasalahan bangsa Indonesia saat ini berada di konstitusi. Menurutnya konstitusi adalah haluan bangsa yang telah dibuat oleh tokoh-tokoh pendiri bangsa Indonesia. Menurut dia, dari seluruh Undang-Undang Dasar 1945 satu pasal pun belum dipenuhi oleh pejabat negeri ini.

” Jadi pokok permasalahan di bangsa ini adalah di konstitusi. Konstitusi itu adalah petunjuk, arah, tuntunan, nasehat, haluan bagi bangsa Indonesia. Mangkanya founding father kita menciptakan ideologi dan konstitusi yang betul-betul untuk bangsa Indonesia kedepan itu murni sampai detik ini satu pasal pun tidak terlaksana,” kata orator didepan Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2020).

Saat memperingati Sumpah Pemuda, dia menambahkan, setidaknya ada 4 tahapan perubahan yang terjadi pada Undang-Undang sejak tahun 1999-2002. Dalam aksinya didepan Gedung DPR RI massa menamakan dirinya ‘Gerakan Kembali ke Undang-Undang Dasar 1945’. Doli melanjutkan, UUD 45 disebutkan olehnya semua isi telah berubah karena kepentingan kelompok partai politik.

” Mau rezim Soeharto rezim Soekarno sama saja, apalagi setelah dirubah. ada empat kali perubahan undang-undang Dasar 45 tahun 1999-2002. Isinya hanya pembukaannya saja yang masih ada, tetapi isinya semua tidak ada kosong isinya demi kepentingan satu kelompok,” kata Aktivis Gerakan Kembali ke UUD 1945 Doli Yatim.

Masih dalam penjelasannya, di UUD 1945 menurut dia kedaulatan rakyat dihapus oleh kepentingan partai politik. Kemudian, Doli membandingkan dengan rezim yang lalu baik mantan Presiden Soekarno maupun Soeharto kerusakan tidak semparah rezim saat ini.

” Kedaulatan rakyat itu dihapuskan oleh kedaulatan partai politik, Ini kemungkinan hasil persekongkolan permufakatan jahat. Akibatnya kita begini, kalau dari zaman Soekarno, Soeharto kehancuran tidak sedemikian rupa masih ada petunjuk-petunjuk masih ada konstitusi 45,” ungkap penanggung jawab aksi ini.

Perlu diketahui, Gerakan Kembali ke UUD 1945 menggelar aksi di depan Gerbang DPR RI dengan melantunkan lagu kebangsaan yang dilakukan oleh emak-emak militan. Dihari Sumpah Pemuda barisan aksi mengenakkan sejumlah atribut dan menolak sertifikasi Dai. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *