oleh

Adi Sugandi Tomas Cilondong: Buka Mata Jangan Bohong, Lihat Keberhasilan Wali Kota Mohammad Idris

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Kota Depok, tributeasia.com–Hebatnya kecintaan warga Cilodong Kota Depok kepada Wali Kota Depok Mohammad Idris. Idris adalah warga asli Cilodong lantaran ayahnya orang Cilodong dan ibunya orang Beji. Hal ini diungkapkan Adi Sugandi, tokoh masyarakat Cilodong.

Tokoh masyarakat Cilodong Adi Sugandi memastikan, mayoritas warga Cilodong sangat dekat dan melihat keberhasilan kinerja Idris selama memimpin Kota Depok. Menurutnya, elektabilitas Muhammad Idris terus meningkat.

“Sejak menjadi wakil, Kyai Idris kinerjanya baik kemudian meningkat menjadi Wali Kota Depok dan menjalankan program serta janji kampanyenya hampir secara keseluruhan terealisasikan. Program-program yang telah dituntaskan antara lain dari jalan besar hingga gang kecil sudah bagus, posyandu hingga ibu-ibu PKK sudah terbantu. Bahkan taman-taman tingkat RW, Kelurahan hingga alun-alun pun sudah terbukti,” paparannya. 

Adi Sugandi, yakin Idris akan mendulang kemenangan dalam Pilkada Kota Depok, 9 Desember 2020 mendatang. Mayoritas warga ungkapnya, bergerak kampanyekan Paslon 02 Idris-Imam. 

Lanjutnya, seluruh tokoh dan warga, bertekad ingin berlomba dengan warga di kecamatan lain, sesama pendukung Idris. 

“Di sini tekad kami. Malu kami bila di sini suara Pak Kyai kalah dibandingkan kecamatan lain. Harus menang. Makanya saya suka ngotot sama orang yang baru di Kota Depok tapi sok tahu yang katanya kota Depok begini gini aja. Mungkin dia kagak tahu dulunya apah. udah kagak ugig pisan” katanya.

Terget kemenangan untuk Paslon Idris-Imam yakin menang telak hingga 80 persen. “Seri ajah Ogah Apalagi Kalah” tandas Sugandi. 

Alkisah. Setelah orangtuanya Idris tinggal di Jakarta, berdagang. Idris menyelesaikan madrasah dasarnya dan menengahnya di Jakarta. Kemudian melanjutkan madrasah atas di Pondok Pesantrian Modern Gontor, Ponorogo.

Seusai menjadi santri di Gontor tahun 1982, Idris mendapat beasiswa di Universitas  Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi hingga capai Doktor Ushuluddin. Kemudian Idris kembali ke Kota Depok menjadi guru mengaji dan Dosen. Dia menetap di Kelurahan Tugu, Cimanggis. Ketika menjadi wali, Idris kembali ke menetap di Cilodong. Di kampung asalnya. (Hir.72).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *