oleh

Waras Nasionalis Soekarnois Dukung Paslon 2 Idris-Imam di Kota Depok

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Kota Depok, tributasia.com–Sinyal kemenangan semakin kuat bagi Paslon 2 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono di Pilkada Kota Depok, 9 Desember 2020 ini. 

Kampanye hitam yang ditebarkan kelompok tertentu bahwa partai politik Islamis PKS dan PPP serta parpol religius-nasionalis Demokrat tak disukai kaum Soekarnois, terbantahkan. 

Juliust Inggi V, Ketua Relawan Merah Kaum Nasionalis Soekarno Kota Depok

Buktinya, ribuan milenial Kaum Nasionalis Soekarnois Kota Depok dalam Relawan Merah memihak calon wali dan wakil Mohammad Idris-Iman Budi Hartono. 

Mantap menilai kinerja dan karakter Mohammad Idris yang low profile dan berintegritas Milenial Relawan Merah Kaum Soekarnois di Hari Soempah Pemoeda, 28 Oktober mendeklarasi mendukung Paslon 2 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono, Rabu (28/10/2020). 

“Dukungan diberikan tidak hanya memandang kepentingan politik semata namun, lebih jauh lagi bagi

kepentingan banyak orang. Ditambah bagi kepentingan Kota Depok yang tidak hanya hari ini, esok, tahun ini,” ikrar Kaum Nasionalis Soekarnois Kota Depok dipimpin ketuanya, Juliust Inggi V.

Usai baiat soekarnois dukung Idris-Imam ini, Juliust Soekarnois yakin Wali Kota Depok Mohammad Idris dapat kembali melanjutkan kinerja hebatnya di periode keduanya ini bersama Imam Budi Hartono.  

“Menjadikan, kota yang maju, berkepribadian dan berkebudayaan, sejahtera, religius namun tetap Plurals,” ujar Juliust Inggi V 

Alasan kaum soekarnois memihak Idris-Imama adalah sebuah kewarasan demi kepentingan yang tak sektarian berpijak kepentingan pembangunan fundamental bagi kota depok di hari mendatang. 

“Memberikan dukungan tidak semata memberi dukungan politik bagi partai politik namun lebih kepada nasionalitas dan pola berpikir,” tegas Juliust. 

Pasangan Idris-Imam dinilai lebih mumpuni di segala aspek dibanding Paslon 1 Pradi Supriatna-Afifah yaitu, mulai dari kepribadian, managerial l, dan technical skill untuk mengelola pemerintahan kota depok. Mampu meminimalisir resiko fatal dalam membuat dan memutuskan sebuah kebijakan.

“Terkait adanya anggapan, kekurangan yang tercatat yang dinilai belum maksimalnya beberapa

kebijakan pada periode sebelumnya telah menjadi salah satu program unggulan atau skala prioritas yang

akan dijalankan periode selanjut jika memenangkan kembali, pada pilkada tahun ini. (hir.72).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *