oleh

Sifat Tawadu’ Mohammad Idris Hindari Jadi Imam atau Khatib Dadakan

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Sifat low profile Wali Kota Depok Mohammad Idris tercemin dari kerendahan hatinya yang tawadu’. Kebersahajaan. Sifat tak menonjolkan dirinya ini ada yang menilai tak populis.

Namun, hal ini, bagi Calon Wali Kota Depok Paslon 2 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono adalah amalan ilmu ke-Islamannya yang didapat sejak remaja di Pondok Pesantrian Gontor, Ponorogo. 

Cerita dari orang dekatnya, Wali Idris yang berlatarbelakang ulama ini, jika sedang dalam perjalanan dinas tiba waktu shalat lima waktu dan mampir ke masjid, Idris tidak mau dibuka identitasnya apalagi diperkenalkan kepada warga oleh stafnya. 

Apalagi, bila mampir dalam perjalanan mampir untuk shalat jumat Idris lebih-lebih mengingatkan stafnya merahasiakan kehadirannya. Namun karena dia pejabat dan ulama tentu saja ada banyak warga yang mengenalinya.

Mengenai sifat Mohammad Idris ini adalah sesuai ajaran Islam. Hal ini dijelaskan Ustadz Arif Budiman yang juga pendiri dan pembina Kumpulan Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kalam HMI) ini. 

“Benar itu. Itu namanya sifat tawadu’, rendah hati walau berilmu tinggi. Sifat tawadu’ adalah sifat dan ajaran Rasulullah Muhammad Shalallahu’alahiwassalam. Ini ada hadistnya,” jelas Arif Budiman yang juga konsultan pepajakan ini. 

Dijelaskan Arif, adabnya, untuk menjadi imam shalat di tempat ibadah muslim, adalah warga setempat. Demikian pula, apalagi untuk shalat jumat, adabnya yang elok adalah tokoh setempat atau orang yang sudah ditetapkan oleh pengurus masjid setempat. 

Penjelasan Arif Budiman ini tepat menilai Idris. Memang Idris tak bersedia serta merta menjadi iman shalat jamaah. Bila bersedia itu pun karena sangat dipaksa oleh jamaah setempat. 

Yang lebih tegas, di shalat jumat, Idris kukuh melarang staf memberitahukan kehadirannya. Idris akan mencoba menyembunyikan dirinya dengan memilih shaf yang tak menonjol. 

Idris tentu saja bersedia menjadi Imam atau Khatib bila sudah dijadwalkan jauh-jauh. Berupaya menghindar jika dadakan. 

Sebut Arif, itu alasannya, karena dapat saja Idris didaulat menjadi khatib ataupun imam tiba-tiba maka, dapat ‘mengganggu’ aktivitas imam atau khatib yang sudah ditunjuk. 

“Kan, iman dan khatib itu ada honornya. Nah, dapat saja mengganggu rezeki daripada imam atau khatib di shalat jumat tersebut. Ini sifat mulia dari Pak Kyai Idris,” kata politisi PAN ini. (hir.72).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *