oleh

SIRAH NABAWIYAH BERDASARKAN RIWAYAT BUKHARI (TELAAH TERHADAP KARYA DR. RIYADH HASYIM HADI)

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Segala puji hanyalah bagi Allah, Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah ke atas Rasulullah, Muhammad ﷺ yang Allah telah mengutusnya untuk seluruh manusia, dan juga sebagai rahmat bagi seluruh alam. Adapun sesudahnya:
Sesungguhnya cita-cita saya dalam menulis kitab Sirah Nabawiyah berjudul Muhammad Rasulullah ﷺ (27 jilid) yang mencakup 30 juz Al-Qur’an dalam sejarah kenabian maupun Hadits Shahih Bukhari dan Shahih Muslim adalah cita-cita yang sangat mulia. Suatu cita-cita yang sangat membutuhkan pertolongan Allah, doa yang tulus, disertai kesungguhan yang keras dan pengorbanan yang besar dalam merealisasaikannya.
Cita-cita penulisan Sirah Nabawiyah sejak kelahiran hingga kenabian, masa di Makkah dan Madinah hingga wafatnya ini, muncul sejak tahun 2014 sebelum menulis tentang Metode Arrahmaty. Namun kesibukan dalam aktivitas mengajar, belajar dan menulis buku Tinta Emas Sejarah (al-Wafi, 2017), Sulaiman Al-Qanuni (al-Wafi, 2018), Yavuz Salim (al-Wafi, 2019), Jas Hitam & Jas Putih (al-Wafi, 2020), Muhammad Jalabi, Murad Ghazi, Muhammad Al-Fatih, Ertugrul, Osman, Orhan, Murad I, Bayazid I dan lainnya tentang Daulah Utsmani, telah menyita banyak waktu hingga lebih dari 5 tahun berlalu. Upaya menghimpun banyak sumber terus berjalan, seperti 10 jilid Tafsir Hadits oleh Muhammad Izzah (2014), Ma’arij at-Tafakkur (Abdurrahman Habanakah) Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Mas’ud (Ahmad Isawi), Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Al-Fushul dan Al-Bidayah (Ibnu Katsir), Shahih al-Sirah an-Nabawiyah (al-Albani), Tarikh al-Umam wa al-Mulk, Thabari (di Markaz Sirah UNIDA), Tarikh al-Islam Adz-Dzahabi, Thabaqat Ibnu Sa’ad, Shahih Bukhari dan Fathu al-Bari, Shahih Muslim, Ar-Rahiq al-Makhtum (al-Mubarakfury) dan lain-lain.
Sebagaimana studi akademisi, sebelum melakukan riset dengan studi literasi, selalu dituntut untuk mencari karya orang lain. Apakah tema yang akan diteliti sudah dilakukan oleh orang lain? Sehingga tidak perlu kerja ulang.
Pada 17 Ramadhan 1441 (11 Mei 2020) di dunia maya, penulis mendapati al-sirah al-Nabawiyah biriwayati al-Bukhari dan al-sirah al-Nabawiyah biriwayati Imam Muslim. Saya baru mendapatkan sebagiannya. Karena kitab aslinya dalam bentuk buku berbahasa Arab belum saya dapatkan. Semoga bisa segera mendapatkannya.
Kitab berjudul al-sirah al-Nabawiyah biriwayati al-Bukhari ini adalah karya Riyadh Hasyim Hadi dalam Bahasa Arab. Buku yang berjumlah 224 halaman ini diterbitkan oleh Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut pada tahun 2017. Dimensi buku ini berukuran 17 x 24 cm dengan ISBN-13:9782745180544 dan dikategorikan ke dalam topik Sirah dan Hadith Imam Bukhari.
Riyadh Hasyim Hadi adalah seorang Doktor, yang dalam synopsis karya ini dituliskan,”Sesungguhnya diantara kitab ulama Ahlussunnah yang paling utama tentang sirah Rasul ﷺ adalah karya Imam Bukhari. Di dalamnya dipisahkan dengan banyak bab berdasarkan khabar yang benar serta meneliti riwayat hadit ini dengan ilmu jarh wa ta’dil terhadapnya serta menyeleksi status periwayatannya lalu menghimpunya dalam sebuah kita shahih. Akan tetapi, meski demikian urutan tema dalam kitab tersebut masih menyulisan para pembaca awam untuk mentelaahnya serta mengkaji isinya. Oleh karenanya, haruslah dilakukan suatu upaya untuk menghimpun berbagai riwayat ini dalam bentuk kitab khusus berdasarkan urutan kronologis sejarah Nabi Muhammad ﷺ dengan riwayat Imam Bukhari –rahimahullah-. Penulis buku ini mencoba untuk melakukan upaya ini dengan mengumpulkan bahan kajian ilmiah dalam shahih Bukhari dan syarahnya oleh umam kaum Muslimin, hujjah dan ‘allamah, yaitu Ibnu Hajar al-‘Asqalani –rahimahulah. Penulis telah menyelesaikannya menurut metode ilmiah akademis yang sesuai dengan urutan waktu dalam kehidupan Rasulullah ﷺ.”
Akan tetapi, tentu saja upaya mulia setipis 224 halaman ini masih banyak sekali hadits riwayat Imam Bukhari dalam shahihnya (7.000-an hadits berjilid-jilid), yang belum di masukkan ke dalam kitab karya DR. Riyadh Hasyim ini. Sehingga masih diperlukan upaya yang lebih sungguh-sungguh dari kalangan ulama untuk menghimpun hadits Shahih Bukhari dengan urutan berdasarkan kronologi kehidupan Nabi Muhammad ﷺ baik masa sebelum Kenabian, masa di Makkah maupun masa di Madinah. Sehingga, tidak ada satupun hadits dalam Shahih Bukhari, kecuali telah masuk di dalam kitab Sirah Nabawiyah tersebut. Ini belum lagi Shahih Muslim maupun hadits shahih lain dalam kitab-kitab Sunan.
Demikian pula, perlu upaya keras dari para ulama yang menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an 30 Juz sesuai sejarah turunnya (bukan hanya asbab an-nuzul) selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari selama masa kenabian. Sehingga tidak ada satupun ayat Al-Qur’an, kecuali sudah masuk ke dalam kitab Sirah Nabawiyah tersebut, meskipun terkesan mustahil dilakukan!.
Sebagai pengantar awal, maka sebuah upaya merealisasikan cita-cita besar tersebut saya awali dengan mencoba mentelaah al-sirah al-Nabawiyah biriwayati al-Bukhari karya Dr. Riyadh Hasyim Hadi ini.
Secara ringkas, kitab ini membahas tentang alasan penulisan, sekilas tentang Imam Bukhari. Mulai halaman 30, masuk ke pembahasa tentang Perjalanan Nabi Ibrahim ‘as bersama istrinya ke Makkah, diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, Penamaan Muhammad ﷺ, Wafatnya Abdullah, Masa Jahiliyah, Hadits Zaid bin Amru bin Nufail sebelum Islam, Pembangunan Ka’bah, Membangun Ka’bah, Pernikahan dengan sayyidah Khadijah ra. dan keutamaannya, Penyembahan kepada berhala, Wahyu: Bagaimana awal wahyu kepada Rasulullah ﷺ ,Apa yang ditemui Rasulullahﷺ dan para sahabat terhadap Musyrikin di Makkah, Ilmu Ahli kitab tentang kedatangan Nabi ﷺ, Delegasi Quraisy datang ke paman Nabi ﷺ, Abu Thalib, Hijrahnya kaum Muslimin ke Habasyah, Islamnya jin, Terbelahnya bulan, Hijrah ke Habasyah, hingga hijrah ke Madinah sampai wafatnya Rasulullah ﷺ.
Saat ini masih sedang proses menterjemahkan secara bertahap sebelum melakukan telaah yang lebih mendalam. Meskipun dengan berbagai keterbatasa dan hambatan kondisi kesehatan, semoga upaya mulia ini bisa selesai dengan baik dan mendapat ridha Allah ‘Azza wa Jalla, sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat dan mendapat balasan kebaikan di sisi-Nya. Aaaamiin.

Solo, Shafar 1442 H (Sept’2020)

Rachmad Abdullah

Ingin belajar sejarah Islam khususnya Sirah Nabawiyah bersama Rachmad Abdullah (Penulis TINTA EMAS SEJARAH)?
Yuk gabung ke grup WhatsApp *TA’LIM MINHAJ NUBUWWAH (SIRAH NABAWIYAH)*: https://chat.whatsapp.com/FuL90YWYxDf6OzUSSTdA48

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *