oleh

Mohammad Idris, Pemimpin Low Profile Bersahaja Pecinta Seni

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Kota Depok, tributeasia.com–Setiap pemimpin punya karakter yang berbeda-beda. Ada yang high profile dan flamboyan dengan gaya dan dandanan, ada pula yang low profile dan bersahaja. Hal ini berpulang pada kepribadian dan pilihan masing masing-masing. 

Cerita sejumlah sahabat Wali Kota Depok Mohammad Idris yang saat ini cuti karena menjadi Calon Wali Kota Depok dalam Pilkada Kota Depok, 9 Desember 2020. Mohammad Idris adalah sosok berprestasi di pendidikan namun low profile di pergaulan sejak remaja. 

Mohammad Idris, semasa sekolah menengah atas, lelaki ringan senyum ini menjadi santri di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo hingga meraih beasiswa studi di Fakultas Syari’ah jurusan Tsaqafah Islamiyyah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi tahun 1982. Hingga meraih gelar doktoralnya. 

“Dia itu, orangnya asyik. Setia kawan. Hobinya seni, nyanyi, bikin puisi, dan olahraga. Jangan kelamaan kasi mik nyanyi ke dia. Keterusan.. ha…ha…ha…. Tapi sejak dulu dia orangnya kalau ngomong suka yang perlu saja. Bercanda pun biasa. Misalnya, kalau kita dah becanda gak karuan. Dia ikut tertawa juga. Tapi, pelan-pelan ngilang…ha…ha…ha…,” ucap Fulan, seorang sahabat Idris, tertawa menceritakan sosok kawan masa remajanya ini. 

“Oh… tapi nama saya jangan disebut ya. Gak enak saya. Saya gak mau nanti dibilang dukung sana-sini. Padahal kawan-kawan saya ada di mana-mana. Kan karena dah ditanya makanya saya jawab penghormatan Silaturrahim kita,” jawab Fulan.

Membacakan maklumat Presiden dalam HUT RI beberapa waktu yang lalu, Wali Mohammad Idris yang rendah hati dan bersahabat mengajak wakilnya Pradi Supriatna satu podium bersama-sama berimprovisasi diluar kebiasaan acara kenegaraan.

Diceritakannya, ketika di Islamiyyah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi, Mohammad Idris sekampus dan sepegaulan dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab sesama mahasiswa asal Indonesia lainnya.

“Ya, itu, Pak Kyai Idris low profile tapi, banyak kawannya, kan dia pinter, jadi banyak teman-teman yang suka dia sambil minta bantuan  belajarnya. Sedangkan Habib Rizieq pinter, high profile,” jawabnya terkekeh seperti menahan geli mengenang masa-masa kuliah dulu. 

Bagaimana ketika menjadi politisi, menjadi Wakil Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail kemudian, menjadi Wali Kota?

“Dia sangat menjaga amanah kepemimpinan itu. Saya rasa dia malah menjaga diri dengan orang dekatnya atau kawan-kawannya. Mungkin khawatir tercampur antara tugas jabatannya dengan kita-kita. He… he…..he….. Bagus sih itu. Bagus malah,” ujarnya. 

Mohammad Idris ada yang menuduhnya macam-macam dengan hal yang negatif terutama dari pihak yang memusuhinya. 

“Yah. Kalau orang gak sudah gak suka, yang kukuh dengan ketidaksukaannya. Mau apa pun kita coba jelaskan percuma saja. Kita gak usah menjelaskan bagaimana diri kita kepada orang yang memang sudah bersikap memusuhi kita,” ungkap Fulan.

Sejumlah warga Kota Depok, menilai Mohammad Idris adalah pejabat yang tepat waktu jika hadiri sesuatu pertemuan. Idris juga bukan sosok yang suka gampang berjanji kepada masyarakat yang tak dapat dipenuhinya. Kebutuhan pembangunan dikelolanya sesuai aturan kepemerintahan. 

“Pak Idris, kalau kita sebagai warga minta bantuan misalnya soal pendidikan anak-anak tetap dibantunya secara pribadi semampu dia. Dan, menasehati kita untuk mengurus sesuai peraturan. Kadang-kadang kita sih merasa kecewa. Tapi setelah kita pikir-pikir benar juga. Toh, bukan kita saja yang minta bantuan atau perhatian beliau. Pasti banyak yang lain nyampein keluhan kepada dia seperti kita ini,” ujar seorang warga Pancoran Mas. 

Warga ini juga tak bersedia disebut identitasnya lantaran takut menjadi bahan perundungan di media-sosial.

“Sekarang susah, Bang. Apa aja bisa-bisa jadi dibully di medsos. Padahal, kan saya jawab kesan saya sama Pak Kyai Idris aja,” jawabnya. (hir.72)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *