oleh

Komnas PA Desak Kapolsek Sagulung, Kota Batam Segera Menangkap Pelaku Kejahatan Seksual

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TributeAsia.com- Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mendesak Kapolsek Sagulung, Kota Batam untuk segera menangkap dan menahan pelaku kejahatan seksual di Sagulung, Kota Batam.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, menurut Komnas PA pelaku sudah layak dikenakan ancaman hukuman maksimal 20 tahun demi kepentingan terbaik bagi anak dan keadilan hukum bagi korban.

” Saya selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak meminta dan mendesak Polsek Sagulung, Kota Batam untuk segera menangkap dan menahan terduga pelaku. Dan menjerat pelaku dengan ketentuan Undang-undang Nomor : 17 tahun 2016 tentang penerapan peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor : 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor: 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 20 tahun pidana penjara,” tegas Komnas PA di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2020).

Arist menjelaskan, mengingat ancaman pidananya diatas 10 tahun dan maksimal 20 tahun, maka tidak ada alasan bagi Polsek Sagulung, Kota Batam untuk tidak segera menangkap dan menahan pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban hukumnya.

Perbuatan terduga pelaku juga merupakan tindakan kriminal luar biasa. Oleh karena itu harus ditangani secara cepat dan luar biasa. Ironisnya, pelaku sebagai tetangga korban harus bertindak melindungi dan menjaga anak dari predator kejahatan.

” Dengan demikian pelaku patut dihukum setimpal dengan perbuatannya. Pelecehan terhadap anak ini tidak dapat ditoleransi oleh akal sehat manusia karena dilakukan pelaku dengan penuh sadar bahwa korban adalah anak yang tak mampu membela dirinya,” jelas dia lagi.

Arist menyesalkan, hingga kini Polsek Sagulung, Kota Batam tak kunjung menahan pelaku. Bahkan pelaku menunjukkan gesturnya dan prilaku seolah-olah pelaku kebal hukum dihadapan keluarga korban dan tetangganya.

” Ironi memang mengapa pelaku belum juga ditangkap, apalagi disinyalir pelaku juga pernah melakukan kekerasan terhadap putrinya. Ada apa gerangan,” ungkap Komnas PA.

Ia menegaskan, ” Peristiwa ini harus menjadi perhatian orangtua masyarakat dan pemerintah dan kejadian ini harus menjadi yang terakhir. Atas kasus ini Komnas Perlindungan Anak mengajak masyarakat Batam untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak dan sudah selayaknya membangun gerakan bersama menjaga dan melindungi anak berbasis keluarga desa maupun Kampung,” ujarnya.

Arist menyampaikan, jika Polsek Sagulung, Kota Batam mempunyai kendala untuk menangkap dan menahan terduga pelaku, Komnas Perlindungan Anak siap bekerja sama dan mendesak agar Polsek Sagulung, Kota Batam menyerahkan perkara ini kepada Polresta Batam untuk segera ditindak lanjuti.

Peristiwa ini terjadi sejak (24/9) lalu dan korban berusia 4 tahun. Kejahatan seksual diketahui oleh ibu korban ketika putrinya mengeluh sakit. Pelaku tak lain tentangga korban berusia diperkirakan 60 tahun. Pengakuan mengejutkan ini terjadi di rumah korban di Kawasan Perumnas Batu Aji Baru, pada Senin 28 September 2020.

” Kasus ini tidak boleh ditangani berlama-lama karena kasus ini merupakan tindak pidana luar biasa (extraordinary crime). Apalagi pelaku saat ini masih terus bertemu korban dan lalu-lalang dilokasi kejadian,” beber dia lagi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *