oleh

Benci Lain di Mulut Lain di Hati: BMW Milenial, Maya, dan Naya Suka Mohammad Idris yang tak Umbar Janji

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Kota Depok, tributeasia.com–Lagu lawas berjudul ‘Tinggi Gunung Seribu Janji’ gubahan pujangga Marzuki Ismail yang dipopularkan artis legenda Bob Tutupoly terasa nestapa.

Penggalan syair ini yaitu, ‘Memang lidah tak bertulang. Tak terbekas kata-kata. Tinggi gunung seribu janji. Lain di bibir, lain di hati’. 

Untaian kalimat bernada janji tak ditepati sangat dibenci oleh wanita. Pemberitaan pun nyaris seragam kata ‘akan’ atau ‘bakal’ seperti, akan melaksanakan kesehatan gratis dengan modal KTP atau bakal membela wong cilik, sampai, urusan kuburan gratis. 

Janji-janji ini dilengkapi pula tajuk seperti dasasila atau sepuluh poin janji.  Sehingga ada diparodi jadi dosajanji. 

Hal benci janji ini dikisahkan dua wanita muda asal Maya dan Naya, dari Kelurahan Leuwinanggung Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Dua wanita ini mewakili kawan-kawannya dalam Barisan Wanita Muda (BWM) Milenial sangat jeli, detail, cerdas, dan logis memilih pemimpin di Pikada Kota Depok pada 9 Desember 2020 nanti. 

Ratusan orang puan muda ini sangat kritis dan benci tak realistis. Dari kedua Paslon di Pilkada Kota Depok, BMW Milenial ini jatuh hati kepada Cawawa Kota Depok Mohammad Idris yang jadi Paslon 02 bersama Wakil, Imam Budi Hartono.

“Figur seorang santri yang kyai dalam diri Kyai Mohammad Idris sangat ideal jadi  adalah upemimpin. Beliau umara yang ulama dan ulama yang umara. Kami sangat konsens dengan urasan agama kami dan anak-anak kami,” kata Maya.

Ungkapan jujur kedua wanita milenial ini ketika Paslon 02 Mohammad Idris hadir di acara temu tokoh Agama (toga), tokoh masyarakat (tomas) di jalan Tegal RW. 08 Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Kaum wanita muda ini simpatik pada Mohammad Idris, selain seorang ulama ada punya aura yang sangat berwibawa saat sedang memaparkan visi dan misi paslon nomor 2. 

Hati Maya, Naya dan yang lainnya luluh dengan ketulusan, kematangan, dan kepandaian Idris ketika berdialog dengan warga. Walau santai dengan diiringi senyum kemampuan Idris berinteraksi dengan masyarakat. 

Menurutnya, waktu lima tahun untuk memimpin bukan waktu yang lama, untuk itu, sudah sepantasnya, Mohammad Idris untuk melanjutkan.

Setelah melihat sosok Kyai Idris yang calonkan diri sebagai Wali Kota Depok, dan selama ini secara langsung melihat kinerja untuk membangun kota Depok serta janji janji politik sudah terealisasi sangat baik, sehingga, untuk memilih pemimpin bukan sekedar obral janji. (hir.72).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *