oleh

Alun-Alun Kota Depok Nan Asri: Dirawat dengan Hati tak Terbengkalai

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Kota Depok, tributeasia.com–Sungguh sejuk perasaan jika melihat Alun-Alun Kota Depok nan asri di Jalan Boulevard Grand Depok City, Jatimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok.  

Tampak, rumput-rumput tumbuh subur menghijau dengan pepohonan rimbun menghasilkan nuansa sejuk. Ketika tributeasia.com bertandang ke alun-alun Kepala UPTD Taman Hutan Raya Purnomo Sujudi, pria ramah ini menyambut dengan akrab penuh senyum.

Purnomo Sujudi tertawa lepas ketika ditanyakan ada tuduhan bahwa perawatan alun-alun terbengkalai dan pengelolaanya tumpang-tindih. 

“Aneh ini. Gimana tumpang-tindih sih, sedangkan anggarannya saja belum ada. Semoga nanti sudah ada anggaran dalam ABT yang dialokasikan oleh pemerintahan Kota Depok,” jawabnya. 

Jelasnya, saat ini, mengenai perawatan, terutama di pada pembangunan tahap dua masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga. 

“Jadi ini masih dalam perawatan pihak ketiga, setelah dalam pembangunan. Tapi, sekarang tidak ada yang rusak kok. Masih kinclong gini. Paling kalau ada lampu yang putus ya, biasalah lampu ada masa pakai atau ada gangguan arus listrik ya, cepat kita ganti,” jawab lelaki punya hobi berkebun dan merawat tanaman  ini.

Ceritanya, bulan Januari 2020 yang lalu, selama dalam masa Pandemi Covid-19 ini, alun-alun ditutup total dari kunjungan masyarakat. Hikmahnya, tetumbuhan punya waktu tumbuh dan penumbuhan atau recovery. Alun-alun tampak bersih dari sampah makanan.  

“Asyik bertugas di sini. Tenang dan indah. Saya jadi dapat menyalurkan hobi saya berkebun. Tapi, kadang saja ada yang mengganggu yang mencari-cari kesalahan. Ya, namanya saja kelola tempat umum, ya, ada saja yang kurang terutama soal sampah yang berceceran,” ungkapnya. 

Namun, tenaga kebersihan yang ditugaskan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bekerja rajin tak kenal lelah.   

Sebutnya, perawatan alun-alun masih dilakukan secara gotong-royong dan inisiatif semua pegawai di alun-alun.  

Diharia-hari biasanya, per hari alun-alun dikunjungi sekira sepuluh ribuan orang. 

“Lihat ini, sekarang alun-alun rimbun. Punya waktu untuk recovery. Biasanya, ada rumput yang terinjak dan bunga-bunga yang dicabut atau kembang yang petik pengunjung. Semoga kita semua sadar untuk menjaga kelestarian alun-alun,” ujar Purnomo Sujudi. 

Pantauan tributeasia.com, keadaan fisik alun-alun dalam kondisi bagus terawat. Tiada bagian yang rusak. Lingkungan bersih dan terawat. Perawatan kawasan alun-alun dilakukan secara gotong-royong walaupun belum ada pos anggaran. 

Disebutkan, Purnomo, yang sebelumnya ajudan Wali Mohammad Idris ini, sewaktu aktif, sebelum cuti, kerap kali datang secara diam-diam sebagai warga biasa. Menyembunyikan diri dengan pakai topi tanpa pengawalan protokol. 

“Nah, sering kali Pak Idris mampir kesini diam-diam. Tiba saya dapat japrian, ‘Poer ini kok begini? Cepat dirapikan!’ sebut Beliau. Pengalaman ini ketika masih aktif sebagai wali,” kisah Purnomo tentang telitinya Mohammad Idris peduli alun-alun. 

Ulasnya, di masa nonaktif alun-alun ini, hanya sampai organik ketika daun gugur dan potongan rumput yang selalu dibersihkan petugas. Sedangkan sampah di Sungai Cikumpa yang melintasi alun-alun adalah alus diatasnya. Namun, itu pun, sudah diberikan jeruji penyekat. 

“Ya ampun, sampah di sungai ngeri…. Kasur pun ada. Apalagi sampah plastik. Respek saya lihat petugas kebersihan bekerja serasa melebihi tenaga mareka. Semoga saja nanti anggara bagi bareka lebih baik,” harapnya.

Masa pandemi ini punya waktu bagi  alam memperbaiki diri. (hir.72)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *