oleh

Kepulauan Kei Besar Inginkan Pemekaran Menjadi Daerah Otonom Baru Demi Kesejahteraan

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TributeAsia.com — Tim Perjuangan Pemekaran Kabupaten Kepulauan Kei Besar Provinsi Maluku, Hendrikus Refra direncanakan awal bulan November 2020 tiba di Jakarta. Sejumlah perwakilan tokoh masyarakat akan mengecek serta menindaklanjuti sejauh mana proses pemberkasan pemekaran yang telah di ajukan melalui DPD-RI dan DPR-RI.

” Yang telah ditetapkan oleh DPD-RI, bahwa Kepulauan Kei Besar telah layak menjadi salah satu Daerah Otonom Baru (DOB) dan berkas persyaratan tersebut telah diserahkan dari DPD RI ke DPR RI (Komisi II) pada dua tahun yang lalu di Jakarta,” jelas Ketua Perjuangan Pemekaran Kabupaten Kepulauan Kei Besar Provinsi Maluku, Kamis (22/10/2020).

Bila tiba di Jakarta, Refra mengatakan dia bersama tim akan menemui Presiden RI, DPR- RI, dan Depdagri dengan tujuan menanyakan tentang hasil rekomendasi dari DPD-RI yang telah disampaikan kepada Pemerintah (Depdagri) dan DPR-RI tentang Pemekaran Kabupaten baru di Kepulauan Kei Besar Provinsi Maluku.

” Rencananya kami akan ke Jakarta untuk bertemu dengan Bapak Presiden, Mendagri serta DPR RI (Komisi II). Kemudian, akan kami sampaikan karena dari strategi politik kami dari tim pemekaran bersama pemerintah daerah mengajukan Berkas Pemekaran Kabupaten baru di Kei Besar,” ungkap dia.

Selain itu, pemekaran diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Kabupaten Kei Besar yang utama adalah kesejahteraan masyarakat. Karena, kata Refra, didaerah ini kebutuhan ekonomi masyarakat dinilai sangat mahal terutama harga sembilan bahan pokok.

Refra melanjutkan, Pulau Kei besar termasuk Pulau terluar, terpencil, terdepan (3T). Dengan demikian, diharapkan perhatian khusus atas pemekaran Kepulauan Kei Besar, karena masyarakat setempat belum merasakan hasil Kemerdekaan Indonesia.

Drs Noke A. Rahakbauw, ANT mengatakan, biaya transportasi jalur laut berpusat di satu titik (Elat) Kecamatan Kei Besar dianggap sangat membebankan warga masyarakat setempat. Noke yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Perjuangan Pemekaran Kabupaten Kepulauan Kei Besar, Provinsi Maluku mengatakan ongkos transportasi mencapai Rp 50-70 ribu.

Ironisnya, biaya kebutuhan hidup yang tinggi maka masyarakat mengharapkan Presiden mencabut moratorium agar Kepulauan Kei Besar dapat di mekarkan menjadi Daerah Otonom Baru di Propinsi Maluku.

” Dan juga sangat bangga atas kinerja Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo di atas hasil kemajuan pembangunan dan pemekaran di berbagai daerah otonom baru tertentu yang tadinya masih tertinggal ternyata sekarang telah maju pesat dan Ekonomi sangat murah dibandingkan sebelumnya. Harga bensin di daerah tersebut sama dengan di Jakarta,” kata Noke.

Bahkan, kebutuhan bahan bakar dan material bangunan diwilayah ini jauh lebih mahal dibandingkan wilayah lain. Perlu di ketahui bahwa Kecamatan Pulau Kei Besar adalah salah satu Kecamatan yang tertinggal dari 4 Kecamatan lain di Kabupaten Maluku Tenggara dan telah dimekarkan menjadi Kabupaten Baru yaitu Kabupaten Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Kota Tual.

” Tetapi, didaerah Kepulauan Kei Besar harga bensin Rp 15.000/liter, harga semen Rp 100.000/sak. Pokoknya harga sembilan bahan pokok meroket di kepulauan tersebut,” sambungnya.

Tim Pemekaran mengharapkan Presiden RI dapat segera merealisasikan proses pemekaran di Kabupaten Kepulauan Kei Besar, Provinsi Maluku agar ada kesetaraan dengan daerah lainnya. Sekitar 80 ribu lebih penduduk menempati di Kepulauan timur Indonesia ini. Dia berpendapat pemekaran yang diinginkan masyarakat setempat telah memenuhi persyaratan.

” Dengan demikian kepulauan tersebut telah memenuhi persyaratan pemekaran sesuai amanat undang-undang. Sedangkan disisi transportasi darat angkutan umum tidak ada. Masyarakat hanya mengandalkan ojek sebagai transportasi unggulan di pulau tersebut. Itupun harga bervariasi antara Rp 30.000-60.000,- sekali naik,” tambahnya. Dw

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *