oleh

Jual HP Bekas Putra Siregar Penuhi Denda Kepabeanan Rp 26 Jutaan

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Putra Siregar menjelaskan setelah nota pembelaan/pleidoi dibacakan di PN Jaktim, bahwa dirinya salah seorang taat pajak. Dia juga mempertanyakan tuntutan yang dibacakan JPU pekan lalu dengan jumlah nominal Rp 5 miliar kepada dirinya.

” Yang saya tekankan kenapa kemarin dituntut maksimal karena negara butuh di tengah pandemi. Lalu saya sampaikan saya sebagai warga negara sudah saya lampirkan bahwasanya saya juga taat pajak,” ujar terdakwa Putra Siregar, Senin (19/10/2020).

Dalam perkara ini, Putra Siregar patut diduga melanggar kepabeanan dan dikenakan denda sekitar Rp 26 juta tentang transaksi penjualan handphone. Bahkan, dia tak habis pikir JPU menuntut dia dengan denda Rp 5 miliar.

Tuntutan maksimal tersebut dengan jumlah Rp 5 miliar menurut dia dapat disamakan dengan hukuman terhadap penyelenggara judi dan bandar narkotika.

” Disitu patut diduga dalam kepabeanan Rp 26. 322.919, kenapa dituntut maksimal itu. Saya seperti penyelenggara judi atau atau pengedar narkoba (denda) Rp 5 miliar sedangkan disitu jelas 26 juta patut diduga belum selesai kepabeanannya seperti itu,” ungkapnya.

Selebihnya, dia menambahkan, bukan karena penjualan handphone di toko PS Store dibandrol murah dirinya dinilai bersalah. Putra Siregar sebagai terdakwa kala itu mengatakan, ponsel seken tidak memiliki harga jual standar dipasaran.

” Lalu fakta-fakta bahwa Jangan membuat saya bersalah berdasarkan saya menjual handphone lebih murah Rp 50-100 ribu. Sementara, tidak ada pedagang lain yang dihadirkan. Saya juga disini (PS Store) menjual after sales sehingga orang-orang lain juga tertarik bukan karena harga,” tegas dia lagi.

Dipenghujung penjelasannya, Putra berharap tim majelis hakim PN Jaktim dapat mempertimbangkan kasus Kepabeanan tersebut. Dia sendiri juga bersedia untuk mengembalikan uang kepada negara senilai Rp 26 jutaan.

” Harapan saya majelis hakim, di situ kan tadi saya katakan saya bersedia mengembalikan apabila ada yang harus dikembalikan di antaranya 26 juta rupiah. Jangan sampai juga dituntut maksimal banget 5 miliar itu bukan uang sedikit,” urainya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *