oleh

Tokoh Gerindra Dukung Idris-Imam Bukan Pradi-Afifah di Pilkada Depok 2020

Iklan Asia Mas Tour and Travel

(foto: Haji Sakan (kiri) dan Imam Budi Hartono (berpeci)

Kota Depok, tributeasia.com–Ironi. TokohPartai Gerindra yang mantan anggota DPRD Kota Depok periode 2014-2019, Haji Sakam malah mendukung Paslon 02, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono di Pilkada Kota Depok 2020.

Semestinya sebagai anggota Gerindra, Haji Sakam mendukung Pradi Supriatna yang merupakan ketuanya dan sesama kader dan tokoh Gerindra. Pradi Supriatna adalah Ketua DPC Partai Gerindra yang maju sebagai  Paslon 01 bersama kader PDIP Afifah Alia.

“Arah dukungan  saya sudah pasti lah ke nomor 02. Tidak masalah (saya kader Gerindra). Saya sekarang bukan apa-apa di partai. Tak ada  kaitan dengan kepengurusan di partai politik tersebut, ” kata Sakam usai pertemuannya dengan Calon Wakil Waki Kota Depok dari Paslon 02, Imam Budi Hartono.

Foto bersama Haji Sakam dan Imam Budi Hatono dengan sekumpulan opinion leaders team Sakam di Cipayung.

Tampaknya, ada permasalahan yang sedang mendera antara tokoh masyarakat Cipayung Kota Depok ini. Ada permasalahan yang membuatnya berpaling dari putusan Gerindra di pilkada di tangan kepemimpinan Pradi Supriatna ini.

“Saya bukan siapa-siapa. Hanya kader biasa saja,” sela Haji Sakam miris dengan antitesis sikap politik ya ini. 

“Di Gerindra? itu pun kalau diakui. Jika tidak juga tidak ada masalah buat saya,” sergahnya.

Menyederhanakan alasan, Dia mendukung Paslon 02, Idris-Imam lantaran secara pribadi mengenal sosok baik Cawalko Imam Budi Hartono.

Mantan legislator Gerindra ini gaungkan tekad memenangkan Paslon 02 Idris-IBH target 75 persen di wilayah Kecamatan Cipayung.

Sementara itu, Imam Budi Hartono mengucapkan terimakasih banyak atas dukungan Haji Sakam kepada dirinya. Imam bertekad untuk bersama memajukan Kota Depok.

Menanggapi sikap Haji Sakam yang secara terbuka berpaling Pradi Supriatna dengan mendukung Imam, menjadi pertanyaan warga. Disinyalir ada penyebab dan resiko yang sudah dipertimbangkannya. 

“Wah kenapa ya, Pak Haji Sakam sampai begitu?. Bisa jadi dia kecewa pada kawan-kawannya atau putusan partai. Mungkin dia kecewa pada putusan Gerindra waktu pada pemilu legislatif tahun 2019 lalu,” jawab Asep seorang warga Cipayung ini. (hir.72) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *