oleh

Parah. Sepekan Kampanye, Ini Jibunan Pelanggaran Pilkada Depok

Iklan Asia Mas Tour and Travel

(foto: Istimewa)

 

Kota Depok, tribute asia.com–Bawaslu Kota Depok simpulkan hasil pengawasan kampanye Pilkada dalam sepekan sedari 26 September sampai 4 Oktober 2020. Ada sejumlah 194 kegiatan kampanye yang sudah berlangsung, se-Kota Depok. 

Banyak pula pelanggaran yang ditemukan dalam giat Kampanye paslon kewalian ini. Di Pilkada Kota Depok 2020 ini diikuti dua paslon yaitu Pradi Supriatna-Afifah Alia dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono yang masing-masing menggenggam nomor urut 01 dan 02. 

Bawaslu juga menyimpulkan sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh paslon atau oleh team pemenangan. Pelanggaran ini diantaranya, mendapati 8 pelanggaran kepatuhan terhadap standar protokol kesehatan COVID-19. Dan, 11  Pelanggaran Kampanye Iklan Media massa dengan rincian 2 pers cetak dan 9 pers daring di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU. 

Masalah lainnya, ketidakpatuhan paslon kewalian Kota Depok ini pada UU, lembaga negara KPU, Peraturan Pemerintah, dan GTPP Covid-19. Pelanggaran. Langgaran ini adalah peserta kampanye pertemuan fisik lebih dari 50 orang, peserta kampanye tidak menjaga jarak, dan, parah, kampanye pada malam hari. 

“Jajaran pengawas pemilihan melakukan pengawasan langsung, analisis dokumen dan investigasi dengan terlebih dahulu 

melakukan segala bentuk pencegahan dan sosialisasi terhadap hal-hal yang dilarang dalam pelaksanaan tahapan 

kampanye kepada pasangan calon,” Komisioner Koorbid Pengawasan Bawaslu Kota Depok Dede Selamet Permana dalam siaran persnya.

Didapati pula, dalam suatu kampanye yang melanggar Protokol Kesehatan Covid-19 didapati pula anak kecil yang disertakan dalam kampanye.

Jelas Permana, Hasil evaluasi lainnya, kampanye paslon metode pertemuan massal tatap-muka dialog langsung masih menjadi favorit yaitu sebesar 82 persen.  Sedangkan pertemuan terbatas sejumlah 17 persen dengan kampanye daring hanya 1 persen saja. 

Tak sampai di situ, terdapat 28 Kegiatan Kampanye tanpa surat pemberitahuan yang ditembuskan ke Bawaslu Kota Depok. Sedangkan 166 kegiatan diantaranya diterima pemberitahuan dalam kotak surat masuk Bawaslu Kota Depok baik yang berbentuk elektronik maunpun fisik.

“Fokus pengawasan tahapan kampanye adalah memastikan kepatuhan peserta pemilihan tidak melakukan hal yang dilarang dalam pelaksanaan kampanye sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan 

serta pelaksanaan giat kampanye berjalan dengan mematuhi standar protokol C-19,” papar Selamet Permana mengingatkan.

Sebut permana, Bawaslu Kota Depok telah mengeluarkan 2 Surat Peringatan tertulis kepada penyelenggara kegiatan yang melanggar protokol kesehatan, melakukan tindakan pencegahan terhadap kegiatan yang terlihat membawa anak-anak sebelum dimulainya acara, serta 

melakukan pemanggilan klarifikasi dalam proses penanganan pelanggaran kepada 2 media cetak.

Kemudian, terhadap ketidakpatuhan tembusan surat pemberitahuan, Bawaslu Kota Depok akan melakukan himbuan 

kembali melalui para penghubung (LO) pasangan calon agar mematuhi prosedur pelaksanaan kegiatan 

kampanye termasuk mematuhi protokol kesehatan serta memaksimalkan kampanye metode pertemuan dalam jaringan (daring) guna meminimalisir kerumunan massa melebihi 50 orang.

“Ada pun masih ditemukannya iklan kampanye yang terpasang pada media massa baik cetak maupun daring, hal ini tidak lepas dari kurangnya sosialisasi regulasi tersebut oleh KPU Kota Depok kepada awak media. Terhadap pelanggaran iklan kampanye pada 9 media daring tidak sesuai jadwal, Bawaslu Kota Depok sedang melakukan proses penanganan lebih lanjut,” ujar Dede Selamet Permana tegaskan sikap Bawaslu. 

Mengenai penyebaran bahan kampanye, masker, stiker, dan leaflet merupakan bahan kampanye paling populer yang dibagikan oleh peserta pemilihan melalui team kampanye, relawan maupun pihak lain yang melakukan kampanye untuk mendukung paslon kesukaannya. Selain, ada pula faceshield, alat makan-minum, pakaian, dan alat tulis.

Lantas wilayah mana yang banyak disasar paslon dalam sepekan awal ini. Secara kuantitatif Kecamatan Pancoran Mas menjadi Kecamatan dengan frekuensi terbanyak terselenggaranya kegiatan Kampanye pada pekan pertama 

tahapan dengan 46 kegiatan. Sedangkan Kecamatan Cinere dan Limo masuk dalam kategori yang paling sedikit terselenggaranya kegiatan Kampanye hanya 5 dan 6 kegiatan. Kemudian Beji 3,Bojongsari 1,Cipayung 2, Sukmajaya 1, dan Sawangan 1. (hir.72)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *