oleh

Massa Buruh Ingatkan Puan Maharani Jangan Main-Main dengan RUU Omnibus Law

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TributeAsia.com-;Massa buruh berturut-turut menyuarakan sakit hati terhadap DPR RI dan Pemerintahan setelah mendengar Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja disahkan.

Pada Senin 5 Oktober 2020 lalu, DPR RI telah mengetuk palu atas RUU yang ditolak kaum buruh tersebut. Daeng selaku koordinator aksi FSPMI mengatakan, buruh di Kawasan Industri Pulogadung telah menggelar orasinya hingga 3 hari terakhir ini.

” Jadi hari ini kita kawan-kawan buruh sudah hari ketiga dari FSPMI kita ada beberapa organisasi disini KSPI, SPN. Hari ini kawan-kawan LEM ke informasinya ke DPR. Hari ini laporan pemberitahuannya kita aksi di kawasan dan di perusahaannya masing-masing. Kita belum ada instruksi terbaru kesana (DPR),” tegas koordinasi buruh, Kamis (8/10/2020).

Kata dia, sebagian elemen buruh lainnya pada hari Kamis 8 Oktober ini melanjutkan penolakan mereka ke Gedung DPR RI Senayan, Jakarta Selatan.

Buruh menegaskan, ” Karena sudah jelas undang-undang 13 itu limited, normatif yang kita jaga itu sudah sudah sulit. Sekarang Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law menurunkan downgrade-nya Undang-Undang itu. Upah, pesangon terus cuti outsourcing merajalela nanti kontrak berkepanjangan,” ungkapnya.

Dalam aksinya berbagai elemen buruh tetap akan menolak Undang-Undang Omnibus Law yang disahkan oleh DPR serta Pemerintahan. Menurut Daeng, penolakan terus akan berlanjut sebelum Pemerintah mencabut Undang-Undang yang memberatkan kaum buruh itu. Diperkirakan hingga Kamis petang sekitar 5000 orang akan memadati Pulogadung.

” Sudah jelas lah kawan-kawan yang tidak berserikat, kita yang berserikat saja berjuangnya tidak mudah. Apalagi kawan-kawan yang tidak berserikat banyak lagi pemutusan kerja itu mudah hanya melalui SMS lewat WA (WhatsApp) jadi di PHK sangat mudah,” kata dia lagi.

Lanjutnya, buruh meminta kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani untuk tidak bermain-main dengan Undang-Undang Cipta Kerja. Ia melanjutkan, 10 tahun lalu Puan Maharani atas kenaikan harga BBM dan kini mengesahkan RUU Omnibus Law merugikan buruh dan rakyat.

” Satu pesan untuk Bu Puan, Bu Puan harus ingat anda pernah menangis gara-gara BBM waktu itu naik anda harus ingat 10 tahun yang lalu. Jadi tolong hati nurani Bu Puan yang tampaknya ke-ibuan dan sekarang memegang kendali di DPR orang nomor satu di DPR harus ingat andai itu. Undang-undang 13 Undang-Undang yang mendasar yang normatif limited kenapa anda berani, jangan lagi bermain-main lah,” beber buruh. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *