oleh

Bakso, Qonita, Idris, Imam, Pilkada, dan Egaliterian

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Kota Depok, tributeasia.com–Kuliner nusantara punya makanan cepat saji bernama bakso. Makanan khas nusantara ini punya manfaat melebihi makanan cepat saji lainya. Dalam sajian menu bakso terdapat kalori, lemak, karbohidrat, sampai protein

Jika anda sudah mendengar makna mundial kandungan cita atau filosofi coklat serta dan filosofi kopi yang sudah jadi produk cinema maka, tak kalah menarik pula meresapi filosofi bakso.

Politisi kawakan Kota Depok Qonita Luthfiyah adalah penikmat bakso tulen. Sering Ketua DPC PPP Kota Depok ini menikmati bakso di warung-warung langganannya. Bagi Qonita, makan bakso takkan nikmat sendirian, harus ditemani, apakah oleh keluarga, sahabat, sesama pengurus partai, sesama politisi, atau dengan masyarakat bebas.

Menyantap bakso adalah bermakna kesederhanaan, kebersahajaan, kebersamaan, kemeriahan, sampai seru-seruan, dan adu lomba pedas-pedasan. 

“Makan bakso itu tidak enak sendirian. Harus ada yang nemanin. Enak rame-rame. Kita bisa sambil tertawa-tawa dan menimbulkan keakraban.  Saya sering makan bakso, bukan hanya jika sedang pengen. Juga jika sedang penat, atau ingin ngobrol apa saja, apakah hal penting ataupun ringan. Bakso makanan favorit saya sejak kecil sampai sekarang,” ujar Pimpinan Team Pemenangan Paslon 02 Mohammad Idris-Iman Budi Hartono di Pilkada Kota Depok 2020.

Bakso juga dapat menjadi pelipur-lara. Rasa pedas cabai beri sensasi panas, mendorong stimulasi lemak yang dapat memicu kinerja metabolisme tubuh melonjak. Selain itu juga bermanfaat bagi kesehatan jantung, umur panjang ,dan mencegah kanker dan tumor sampai, meringankan sinusitis.

Makanya, ditengah kompetisi politik  Pilkada hingga 9 Desember nanti yang buncahkan adrenalin, Qonita Luthfiyah terus lalukan konsilidasi sembari berkumpul bersama warga. Nuansa terbangun layaknya keluarga, tanpa sekat, tertawa lepas, berbagi cerita ceria sambil menyantap bakso di bawah pohon rindang lesehan di sebuah lingkungan rukun warga di kawasan Kecamatan Bojongsari. 

Kenduri bakso di kebun ini tercetus spontan tatkala, keluarga inti Nahdlatul Ulama ini sedang berbincang dengan Ketua Rukun Warga 013 Bojongsari Syamsuddin Broso. Sontak saja Qonita cemerlang ide, meminta permisi untuk mengundang masyarakat berkumpul dengan menu cepat saji bakso.  

Qonita, sebagai jenderal medan, ingin mensosialisasikan Paslon 02 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono supaya dicoblos masyarakat luas pada 9 Desember nanti. 

Terang Qonita, Paslon 02 Imam-Budi ibarat makanan bakso. Yaitu, cepat saji dengan manfaat besar bagi pembangunan Kota Depok dengan gizi lengkap berupa pengalaman, keilmuan, dan pengetahuan mareka. 

Demikian pula pandangan Ketua RW 013 Syamsuddin Broso pada sosok puan cantik bersahaja ini. Asal tahu saja, Qonita ini pandai memanjat pohon buah, loh.  

“Kalau saya nilai Bu Qonita itu orangnya baik. Bermasyarkat. Suka datang kemana saja. Tiap ada apa-apa kita undang hadir. Saya kagum, jarang-jarang anggota dewan yang membaur sambil 

makan bakso. Apalagi, undangan hajatan dia rajin,” ujarnya. 

Syamsudin dan warga tetap konsisten mengawal Ketua DPC PPP Depok ini sejak pertama  mencalonkan legislatif hingga saat ini. Ia menilai, sosok Qonita suka membaur bersama warga dan tidak berubah sampai sekarang. Mulai dari suka datang ke acara kondangan, acara keagamaan, arisan, pertemuan warga, pengajian dan lainnya. Maksud Broso, warga percaya jika sosok pemimpin nanti adalah yang disajikan oleh Qonita ini, pasti tepat seperti sosok politisi wanita ini.  

“Nah, sekarang makan bakso ngeriung bareng warga. Ini yang datang kebanyakan Ibu-ibu karena waktunya luang,”tandasnya. 

Selain untuk silaturrahim, kenduri bakso ini juga sambil bincang santai dengan Qonita. Warga banyak menyampaikan aspirasinya. Qonita rajin turut serta membantu pembangunan masjid. Ratusan warga dewasa di lingkungan rukun warga mengikuti Ibu untuk mendukung pasangan Idris-Imam. 

Qonita Luthfiyah, Mohmamad Idris, dan Imam Budi Hartono adalah figur pemimpin bak filosofi bakso. (hir.72)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *