oleh

Miris, Selama PSBB 1.700 KK di Pulogebang Jaktim Tak Merasakan Sembako

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TributeAsia.com — Warga Pulogebang Cakung Jakarta Timur menanti bantuan sosial dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Kehadiran organisasi Sinar Pelita Negeri (SPN) dikatakan Said Salampessy merupakan bagian dari harapan warga untuk mengakomodir hak mereka.

Terhitung selama 7 bulan terakhir warga Pulogebang yang tinggal dibilangan Garapan tak kunjung memperoleh bansos dari pemerintah. Apalagi, mereka memiliki KTP DKI Jakarta dan pembagian sembako dimasa pandemi COVID-19 dinilai minim diare tersebut.

 

“Sebenarnya sudah ada warga yang dapat, warga yang ber-KTP di sekitaran tapi itu hanya sekitar 20% dari warga kita. Nggak rutin (pembagian bansos), saya sendiri baru dapat sekali dari awal bansos,” ujar Said, Rabu (7/10/2020).

Said membeberkan, selama PSBB diberlakukan oleh Gubernur DKI Jakarta pihaknya telah berupaya untuk memperoleh bantuan sembako. Dia dan warga lainnya juga berusaha agar mendapatkan bansos dan telah menyampaikan ke berbagai organisasi termasuk ke partai politik.

“Namun hasilnya begitu-begitu saja, kalau Pilkada atau Pilpres kita dibutuhkan, kalau kaya gini aja ngga,” cetus Said.

Legalitas SPN Dipertanyakan

Untuk itu, Said sangat menyayangkan saat mendengar kabar pengajuan Bansos yang dilakukan oleh SPN mengalami kendala, terlebih saat legalitas SPN dipertanyakan.

“Saat dikabarin ada organisasi SPN mau bantu, saya sendiri langsung cek di google dan organisasi itu sangat jelas dan saya memberitahukan kepada teman saya bahwa ini bisa dan bergerak di bidang sosial dan pendidikan,” kata Said.

Ketua DPP SPN, Edward Simanungkalit juga menyayangkan saat mengetahui bahwa ada perintah untuk mengecek legalitas SPN.

“Padahal waktu pengajuan proposal, kita juga melampirkan berkas-berkas pendirian,” terangnya Edward saat berada di lokasi Garapan, Pulogebang Cakung Jaktim.

Pernyataan tersebut juga dikuatkan oleh Ketua DPP Gema Pelita Negeri (GPN), Lenny Herlina yang mengatakan bahwa pernyataan tersebut sangat tidak menghargai perjuangan mereka selama ini.

“Untuk SPN di 5 Provinsi sudah lolos Kesbangpol,” jelasnya.

Sementara hal lain yang juga diungkap oleh Edward terkait kendala yang sempat diabadikan melalui kamera Handphone yakni pihaknya harus terlebih dahulu melewati proses Suku Dinas Sosial (Sudinsos).

“Kalau itu, ya kita akan ikuti, karena tujuan utama kita adalah masyarakat maka kita tetap akan mengikuti anjuran,” kata Edward.

Dinsos Lakukan Pengecekan Lokasi

Point terakhir dalam memo yang sempat diabadikan oleh Edward adalah disebut pihak Dinsos akan melakukan pengecekan lokasi. Menurut dia, Dinsos DKI Jakarta bukan hanya cek lokasi saja akan tetapi terjun kelokasi dapat segera mendistribusikan langsung sembako dengan jumlah 1.700 kepala keluarga (KK).

” Itu udah keharusan (cek lokasi) biar sekalian liat bagaimana kondisi warga garapan. Jangan seperti yang kita ajukan cuma 400 paket sembako,” tegasnya.

Mengenai pemerintah, dikata Said hingga memasuki bulan Oktober 2020 ini petugas Dinas Sosial tak kunjung tiba. Kedatangan paket sembako menurut dia sangat diharapkan oleh warga sekitar.

“Belum ada sampai sekarang, iya klaw sudah tau lokasi kita terus terang, kita ini kayak anak tiri di negri sendiri,” sambungnya.

Warga Berharap Ada Bansos di Garapan

Tidak jauh berbeda, Koordinator Kegiatan Bansos, Rosidah juga meyakini bahwa warga Garapan selama ini belum mendapat Bansos dari Pemerintah.

” Mudah-mudahan dengan adanya SPN yang juga didampingi GPN ini, harapan warga dapat terwujud,” harap Rosidah.

Hal serupa juga disampaikan sekelompok ibu yang sedang berkumpul dan berbincang-bincang, mereka secara seragam memastikan tidak pernah mendapat bansos dari Pemerintah.

“Kita tidak pernah dapat bansos, semoga Pemerintah mau melihat kita, jangan pas pemilu doang,” keluh seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya kami meminta tanggapan melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon dari Kepala Dinas Sosial, Irwansyah belum mendapat respon terkait bantuan sembako. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *