oleh

Banyak Perempuan Tak Suka Politisasi Gender di Pilkada Kota Depok 2020 seperti, Emak-Emak di Bedahan Hendak Pilih Idris-Imam

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Kota Depok, tributeasia.com–Banyak perempuan menyatakan sikap tak menyukai pembohongan logika bahwa perempuan harus mendukung dan memilih calon perempuan di Pilkada Kota Depok 2020. 

Bagi mareka, memainkan isu gender keperempuanan adalah melintir akal-sehat dan emosional untuk kepentingan politiknya sesaat. Padahal, sekarang, di era demokrasi, pendidikan bagi semua, dan kompetisi setara, perempuan maupun lelaki sudah mendapat kesempatan yang sama.  

Perilaku intelek ini diperlihatkan Emak-Emak Majelis Taklim RW 04, Bedahan, Sawangan. Bagi para puan di sini, pemimpin dinilai dari kualitas dan kapasitasnya tanpa membedakan jenis kelamin.

Hal ini ditampakkan sejumlah perwakilan pengurus dan anggota majelis taklim ini ketika menjamu Ety Maryati Salim, istrinya Imam Budi Hartono, Calon Wakil Wali Kota (Cawawako) Depok Paslon 02 di Pilkada 2020. 

Tak mempermasalahkan jenis kelamin, puluhan emak-emak majelis taklim di Bedahan, Sawangan, Depok siap mendukung penuh kemenangan Paslon 02 Idris Imam pada 9 Desember 2020 mendatang.

Tokoh setempat, Hajjah Awanah ketika mengundang Ety Maryati Salim menyatakan mendukung supaya Idris-Imam jadi pemimpin Kota Depok.

“Ya…ilah tong, masih aje soalin laki ama perempuan. Kemana aje….. sekarang mah, laki ama cewe sama aja. Jangan beda-bedain. Insyaallah kita akan mendukung penuh Idris Imam. Pasalnya, Kyai Idris di mata saya orang yang baik. Apalagi Imam yang mantan anggota DPRD pasti juga pengalaman dan berilmu. Istrinya aja pinter nih,” ujar Awanah. 

Sebagai istri yang pandai dan mencintai suaminya, Ety Maryati Salim, terus bergerak mensosialisasikan pasangan calon Idris-Imam kepelbagai kalangan.

Realitas paradok, jika ada penyataan perempuan harus perempuan di Pilkada. Sungguh muskil jika Ety tak memilih suaminya yang seorang lelaki jika mengikuti pemikiran absurd tersebut.  

“Hari ini kita seperti biasa bersosialisasi ke majelis-majelis taklim dalam rangka pilkada 9 Desember 2020, dan kami PKS berharap dengan kemenangan mutlak di setiap RW,” harap Ety.

Selain itu, lanjut Ety, PKS Pusat mewajibkan untuk fokus masalah Covid-19, karena yang pertama adalah nyawa masyarakat, pilkada nomor dua, terlebih pilkada kali ini ditengah wabah Corona. 

Demikian pula, sosok tokoh masyarakat dan politisi Qonita Luthfiyah, yang seorang perempuan, mengaku miris jika ada yang masih punya pola fikir genderistik.  

“Ngak lah, sama saja lelaki dan perempuan. Lihat saja saya, jadi ketua DPC PPP Kota Depok, banyak lelaki jadi pengurus bersama saya. Biasa saja. Pak Mazhab yang senior juga dukung saya. Sekretaris DPC lelaki, Pak Ma’mun Abdullah, setara, kan,” jelas Qonita politisi yang sudah berpengalaman lama. 

Qonita juga berpengalaman hingga ke pemilu di sejumlah Pilpres. Sekarang, di Pilkada Depok 2020, Qonita laksana jenderal lapangan tempur dalam ‘pasukan’ Koalisi TAS, (Tertata Adil  Sejahtera) bersama PPP, Demokrat, Berkarya, dan PKS.

Menanggapi ada kampanye mengusung isu genderistik dalam Pilkada Kota Depok, seorang perempuan,Eva Yanti, menanggapi singkat. 

“Udah, kita kampanye tawarkan gagasan dan adu ide. Tunjukkan pada masyarakat mana wacana dan ide yang bagus, bukanya adu ‘jenis kelamin’,” ujarnya, bermaksud untuk hindari isu tak mencerdaskan di politik. (hir.72)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *