oleh

Sarana Pendidikan duduki Oknum Aparat Wali Murid PAUD Laporkan ke KPAI

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TributeAsia.com-Puluhan orang tua murid setingkat pendidikan usia dini (PAUD) datangi kantor KPAI. Kehadiran orang tua murid tersebut di KPAI melaporkan perihal akuisisi yang dilakukan oleh oknum aparat.

Tri Ratna Darma Putra sebagai Komite Ketua Komite PAUD bertempat dibilangan Pancoran Bunti II, RT 06 RW 02, Kelurahan Pancoran Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan.

“Saya tadi melaporkan kronologis kejadian bahwa bangunan paud kami itu saat ini diakuisisi oleh oknum dari salah satu plat merah, selain itu juga adanya oknum aparat menduduki gedung PAUd sehingga kami merasa kehilangan fasilitas pendidikan,” kata Putra dikantor Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2020).

Puluhan orang tua murid PAUD Insan Aulia datangi Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan membawa sejumlah poster. Poster yang dibawa orang tua murid bertuliskan ” Paud Sarana bermain dan belajar bukan Barak Oknum”.

Kemudian, Putra melanjutkan kegiatan belajar mengajar ditengah pandemi COVID-19 kini telah dialihfungsikan menjadi posko. Pengaduan orang tua murid disampaikan dia diterima oleh pihak KPAI. Menurut dia, pelaporan itu juga masuk kedalam ranah perdata dan KPAI menyarankan untuk menyambangi Dinas Pendidikan.

” Itu yang kami sesalkan karena bagaimanapun anak-anak ini juga hak pendidikannya harus terpenuhi. Karena ranah perdatanya terkait lahan ini sebenarnya milik siapa, namun terkait lahan KPAI tidak urusan yang terpenting anak-anak ini jangan sampai hak-haknya di langgar seperti itu,” papar dia lagi.

Perlu diketahui, sengketa tanah tersebut telah berdiri sebuah bangunan PAUD yang mana pertamina mengklaim bahwa memiliki aset tersebut. Sementara ahli waris dari keluarga almarhum Sanyoto secara hukum di tingkat Mahkamah Agung mereka memenangkan putusan tersebut.

Lanjut Komite PAUD, ” Jadi hanya saja klaimnya Plat merah tersebut selalu di gaungkan bahwa mereka memiliki AJB dari lahan tersebut, tapi tidak disosialisasikan ke warga,” imbuhnya.

Selain itu, Guru PAUD Siti Bariroh menyatakan keprihatinannya melihat lokasi sarana pendidikan diduduki oknum aparat. Kata dia, bangunan PAUD telah berdiri sejak 6 tahun lalu. Tidak hanya itu, dampak kehadiran oknum diarea pendidikan dapat menggangu psikologi murid-murid PAUD.

” Disanakan tempat lingkungan anak-anak bermain, jadi tempat sekolahnya banyak oknum mengganggu fsikologi anak. Saya sedih lihatnya, jadi istilahnya serem kenapa tempat sekolah kami sama oknum-oknum itu jadinya,” keluh guru Paud dengan mata berkaca-kaca.

” Karena anak-anak seginikan istilahnya hanya bisa melihat, kenapa ko tempat kami sekolah seperti itu sekarang keadanya, ya sedih aja gitu. Tapi alhamdulillahnya anak-anak masih tetap belajar walaupun melalui online (PJJ) masih saya kasih pelajaran dan anak-masih bermain di sekitar lingkungan sekolah,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *