oleh

Dugaan Korupsi Kantor Bupati Fakfak, Kadis PUPR2KP: Isu Dimunculkan Jelang Pilkada

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Fakfak, TributeAsia.com-Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruangan Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUPR2KP) Kabupaten Fakfak, Samaun Dahlan S, Sos,. M, AP menjelaskan dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati kerap dihembuskan memasuki Pilkada.

” Laporan itu sejak tahun 2012 itu perkaranya itu sudah masuk ke mana-mana. Muncul lagi setelah Pilkada Bupati Fakfak, muncul lagi 2015 dilaporkan sampai ke KPK, Kejati, Kejaksaan Agung, Kapolda seluruhnya,” terang Kadis PUPR2KP Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (20/6/2020).

Kata dia, informasi korupsi pembangunan kantor Bupati Fakfak terjadi pada tahun 2012-2015 lalu. Samaun mengatakan, pembangunan kantor Bupati Fakfak mencapai nilai Rp 94 miliar. Atas dugaan korupsi pembangunan tersebut, dirinya pernah diperiksa KPK, Polda dan Kejati.

” Waktu itu dilaporkan juga calon Bupati yang menjadi kandidat dilaporkan juga sekarang muncul juga muncul juga (isu dugaan korupsi) saat ini kandidat calon Bupati di Papua,” ungkapnya kepada tribunasia.com .

Kemudian, Kadis PUPR2KP Kabupaten Fakfak menambahkan pembangunan kantor Bupati Fakfak dilaksanakan hingga selesai dan kini telah digunakan untuk kepentingan umum. Lalu, dia merincikan uang senilai Rp 94 miliar itu dinilai minim untuk kebutuhan pembangunan gedung kantor Bupati.

Sebab, diutarakan oleh Samaun bangunan kantor Bupati Fakfak tersebut terdapat beberapa gedung yang dibangun kala itu. Jadi, secara keseluruhan menurut dia, dugaan korupsi tidak benar dan kerap muncul memasuki momen pemilihan kepala daerah (Pilkada).

” Saya pikir tidak juga, bangunan ini kan Kantor Bupati itu terdiri dari beberapa bangunan. Kalau bagi saya angka segitu angkanya sangat minim sekali jauh sekali harga bangunan kalau itu,” tandasnya.

” Habisnya itu, kalau kantor Bupati secara keseluruhan itu sekitar hampir 94 miliar itu seluruhnya dan itu selesai. Memang itu sudah dilaporkan dan kami sudah diperiksa BPK ada temuan selisih dan ada temuan dikembalikan,” kata Samaun dalam penjelasannya.

Perlu diketahui, Samaun Dahlan mendatang akan mencalonkan diri sebagai calon Bupati Kabupaten Fakfak. Maka, dia kembali menegaskan bahwasanya dugaan korupsi kantor Bupati tersebut bernuansa politis.

” Saya salah satu calon kandidat juga calon Bupati juga. Pembangunan kantor Bupati itu sebelumnya dilaksanakan sudah selesai tidak ada yang tidak selesai seluruhnya sudah selesai dan kantor itu sudah digunakan,” beber dia lagi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *