oleh

Laporan Tanggap Darurat Bencana GTPP Covid-19 Depok

Iklan Asia Mas Tour and Travel

 

Depok, Tribunasia.com Dilaporkan Kamis (26/3), Ketua
Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Wali Kota Mohammad Idris mehimbau kepada seluruh warga diharapkan tetap tenang, perhatikan arahan pemerintah dan kami akan bekerja maksimal secara taktis dan terintegrasi.

Kota Depok ditetapkan sebagai Tanggap Darurat Bencana. Hal itu sesuai dengan SK Wali Kota Depok Nomor 360/137/Kpts/DPKP/Huk/2020 sejak 18 Maret 2020. Sebutnya, GTPP Covid-19 ini bertugas selama 73 hari sejak 18 Maret sd 29 Mei 2020.

Ketua Pelaksana GTPP Dadang Wihana menyampaikan informasi perkembangan Covid-19 per tanggal 26 Maret 2020 bahwa terkonfirmasi orang positif berjumlah 19 orang, sembuh 4 orang, dan meninggal 1 orang.

“Satu orang warga Kota Depok dinyatakan meninggal dunia karena virus Corona, kemarin, Rabu 25 Maret,” ujar Wihana. Kamis (26/3/2020).

Lanjut GTPP Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 173 orang. Dari angka itu, 13 kasus selesai sihat kembali dan 160 orang masih dalam pengawasan. Selanjutnya orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 568 orang, 187 orang selesai dan 381 orang masih dalam pemantauan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok juga menyampaikan adanya sembilan orang berstatus PDP yang meninggal. Korban yang berstatus PDP ini meninggal pada kurun waktu 18-25 Maret 2020.

“Berkenaan dengan banyaknya permintaan agar jumlah kasus PDP meninggal disampaikan kepada publik, hari ini kami sampaikan bahwa jumlah PDP yang meninggal di Kota Depok dari 18 Maret sampai 25 Maret 2020 sebanyak sembilan orang,” jelas Ketua Harian GTPP Covid-19 Dadang Wihana.

Pemkot Depok juga menyampaikan alasan mengapa pihaknya selama ini tidak menyampaikan adanya pasien berstatus PDP yang meninggal. Sebab status PDP belum dinyatakan bahwa pasien tersebut positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) yang datanya dikeluarkan oleh PHEIC (Public Health Emergency Operating Centre) Kementerian Kesehatan RI.

TGGP Covid-19ini yang terdiri dari pelbagai instansi pemerintah horizontal dan vertikal ini melakukan sejumlah tindakan penyemprotan disinfektan ke sejumlah sekolah, sanggar seni, rumah ibadah, fasilitas umum, hingga fasilitas umum. Namun, untuk penyemprotan di rumah warga masih dalam direncanakan. (Hira)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *