oleh

BPS Targetkan 400 Ribu Masyarakat Mengisi Sensus Online Setiap Hari

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan, kegiatan rutin setiap 10 tahun sekali itu, digelar sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Ditengah-tengah kekhawatiran masyarakat terkait Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 sensus kependudukan dilakukan melalui online. Berbeda dari sensus-sensus sebelumnya, SP2020 dilakukan dengan dua cara yaitu, online dan wawancara.

“Keberhasilan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 (SP2020) merupakan tanggung jawab bersama. Besarnya cakupan SP2020 ditambah semakin kompleksnya mobilitas penduduk pada 2020 menjadi tantangan yang harus dihadapi,” kata dia, Sabtu (21/3/2020).

Dalam Sensus Penduduk Online yang dimulai pada 15 Februari 2020 hingga 31 Maret 2020 itu, masyarakat diharapkan segera mencatatkan dan memperbarui informasi diri serta keluarganya untuk data kependudukan yang akurat.

Samuel, salah seorang mahasiswa yang ikut dalam salah satu acara ngisi bareng (ngibar) di kampus Universitas Binus Jakarta belum lama ini, mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mengisi SP Online.

“Saya simpan sementara dulu, saya lanjutkan di rumah untuk data orang tua dan perumahan. Biar akurat,” sambung Samuel.

Dukungan terhadap pelaksanaan SP Online inipun mengalir, salah satunya datang dari pihak akademisi. ” Kami dengan sepenuh hati mendukung Sensus Penduduk ini,” ujar Agung Waluyo, Direktur Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat UI.

BPS berharap bagi masyarakat yang belum mengikuti Sensus Penduduk Online ini segera melakukan pengisian dan pengumpulan data secara online, sebab waktunya akan segera berakhir pada 31 Maret 2020.

“Saya akan mem-backup penuh pelaksanaan Sensus Penduduk Online di lingkungan FMIPA UI,” tambah Rokhmatullah, Dekan FMIPA UI ketika merilis SP Online.

Saat mengisi SP Online, jangan lupa untuk menyiapkan Kartu Keluarga, KTP, buku nikah, dokumen cerai, surat kematian termasuk untuk anggota keluarga tambahan jika memungkinkan. Sedangkan bagi masyarakat yang belum berpartisiasi dalam SP Online, akan dikunjungi oleh petugas sensus resmi dari BPS dengan metode wawancara yang dilaksanakan pada 1-31 Juli 2020.

Hingga dua minggu menjelang berakhirnya periode SP Online, tingkat partipasi masyarakat dalam mengisi SP Online ini masih minim. Dalam suatu kesempatan Deputi Bidang Statistik Sosial, BPS, Margo Yuwono, mengatakan bahwa, BPS menargetkan setidaknya 22,9 persen dari total penduduk Indonesia mengikuti SP Online ini.

“Hingga minggu ketiga sensus penduduk online, kurang lebih ada 17 juta orang yang respons ke web. Sekarang rata-rata per hari ada 350 ribu yang akses. Kami berharap bisa mencapai target 400 ribu orang per hari,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *