oleh

Ini Alasan Warga Geruduk AEON Mall Jakarta Garden City

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – Pengurus RT jelaskan peristiwa massa geruduk AEON Mall Jakarta Garden City (JGC) karena buntut kekecewaan warga akibat banjir. Akan tetapi, solusi penanganan banjir yang telah disepakati JGC belum terealisasi.

Keluhan warga sekitar sempat disampaikan sejak awal pembangunan kawasan JGC. Pada Selasa lalu (25/2) merupakan puncak emosi sebab pengembang mengabaikan lingkungan sekitar.

“Spontan sifatnya (aksi warga). Saya luruskan ini bukan demo, spontanitas kekecewaan warga JGC sudah mengiyakan yang terbaik untuk warga buat sodetan,” ujar Ujang Supriatna ketua RT 09/06 Kelurahan Cakung Timur Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Kondisi lingkungan yang dingenai air di RT 09/06, Kelurahan Cakung Timur Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. (Foto : TribunAsia.com/Didi W)

Ia menambahkan, berdiri AEON Mall pemukiman warga sekitar tiap turun hujan menderita banjir. Menurut dia, sekelas JGC harus mempertimbangkan Analisis Dengan Dampak Lingkungan/AMDAL.

Rencananya, kata dia sodetan penanggulangan dampak banjir akan disalurkan ke Banjir Kanal Timur (BKT).

Lebih lanjut, kejadian tersebut menyedot perhatian wakil rakyat terutama anggota DPRD DKI Jakarta.

“Kita bangun rumah aja harus perhatiin Amdal andaikan JGC itu mengalirkan ke Kamal timur tidak ada (banjir). Saya dari awal sudah teriak itu Amdal,” beber Ujang kepada TribunAsia.com.

“Dengan kejadian kemarin ada etikat baik, ada wakil rakyat Pak Taufik terkait keabsahan Amdal. Didepan Camat itu JGC pembuatan sodetan dan pembebasan untuk dibuat sodetan,” imbuhnya.

Akibat kerap dilanda banjir, dikatakan dia banyak warga tidak bisa melakukan aktivitas karena tempat tinggalnya terendam. Hingga Minggu malam pemukiman warga sekitar masih dihantui banjir.

“Intinya waktu belum ada JGC tidak banjir. Terdampak banjir di sini RW 6, 12, 9 kemudian 10, dan RW 4 Jakarta Utara. Banyak orang yang nggak bisa nyari uang (kerja) televisi hanyut, kasurnya hanyut,” ungkapnya.

Dahlan Sanjaya juga mengatakan, warga sekitar telah bosan lantaran warga Cakung Timur selalu menderita banjir. Kata dia, pengelola Jakarta Garden City (JGC) tidak merespon dampak dari pembangunan tersebut.

“Kericuhan itu sebetulnya banjir warga udah bosan dengan kebanjiran. Spontanitas khususnya Cakung Timur lantaran bosan banjir tidak ada responsif Jakarta Garden City,” kata dia di Jalan Beringin RT 001/06.

“Jadi tidak ada respon dari pengembang masyarakat digiring seperti anak ayam dipimpong, manajemen nggak nanggapi,” sambungnya.

Masih dalam pemaparannya, sebelum terjadinya anarkis warga sempat dipukul oleh oknum sekuriti setempat saat mendatangi kantor pengelola Kompleks Jakarta Garden City. Oleh sebab itu, pemicu keributan diawali dengan pemukulan terhadap warga dan berakhir penyerangan AEON Mall.

“Pertamanya massa ngumpul dikantor pengembangan tidak ada respon. Massa laper, haus tidak ditanggapi pemicu oknum sekuriti mukul warga sekuriti kabur nutup gerbang cluster,” terang dia lagi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *