oleh

Dilanda Banjir AEON Mall JGC, Warga Cakung Tak Bisa Cari Uang

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – Akibat kerap dilanda banjir warga Cakung Timur tidak bisa melakukan aktivitas karena tempat tinggalnya terendam. Hingga Minggu malam pemukiman warga yang berada tidak jauh dari AEON Mall masih dihantui banjir.

Diperkirakan beberapa lokasi di Cakung Timur hingga Jakarta Utara menjadi korban banjir. Menurut Ujang Supriatna, kehadiran Komplek Jakarta Garden City merupakan bagian dari penyebab lumpuhnya aktivitas warga.

Kondisi lingkungan yang dingenai air di RT 09/06, Kelurahan Cakung Timur Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. (Foto : TribunAsia.com/Didi W)

“Intinya waktu belum ada JGC tidak banjir. Terdampak banjir di sini RW 6, 12, 9 kemudian 10, dan RW 4 Jakarta Utara. Banak orang yang nggak bisa nyari uang (kerja) televisi hanyut, kasurnya hanyut,” kata Ketua RT 09, Senin (2/3/2020).

AEON Mall berdiri, kata dia, pemukiman warga sekitar setiap turun hujan menderita banjir. Sekelas JGC menurutnya harus mempertimbangkan Analisis Dengan Dampak Lingkungan/AMDAL.

“Kita bangun rumah aja harus perhatiin Amdal andaikan JGC itu mengalirkan ke Kamal timur tidak ada (banjir). Saya dari awal sudah teriak itu Amdal,” tandas dia.

Namun demikian, disampaikan Dahlan Sanjaya warga sekitar telah bosan lantaran warga Cakung Timur selalu menderita banjir. Kata dia, pengelola Jakarta Garden City (JGC) tidak merespon dampak dari pembangunan tersebut.

“Kericuhan itu sebetulnya banjir warga udah bosan dengan kebanjiran. Spontanitas khususnya Cakung Timur lantaran bosan banjir tidak ada responsif Jakarta Garden City,” tutur dia.

“Jadi tidak ada respon dari pengembang masyarakat digiring seperti anak ayam dipimpong, manajemen nggak nanggapi,” tegasnya di Jalan Beringin RT 001/06.

Oleh sebab itu, pemicu keributan pada Selasa (25/2) diawali dengan pemukulan terhadap warga dan berakhir penyerangan AEON Mall. Kata dia, pada saat itu warga sempat mengeluhkan kepada pengembang dan tiada respon positif hingga keributan terjadi.

“Pertamanya massa ngumpul dikantor pengembangan tidak ada respon. Massa laper, haus tidak ditanggapi pemicu oknum sekuriti mukul warga sekuriti kabur nutup gerbang cluster,” ujarnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *