oleh

Pengembang JGC Abai Terhadap AMDAL, Government Watch: Seharusnya Pemda Hentikan Operasional AEON Mall

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – Direktur Eksekutif Government Watch (Gowa), Andi W. Syahputra menyampaikan peristiwa yang terjadi di AEON Mall Cakung Jakarta Timur merupakan murni kekecewaan warga terhadap pengembang.

AEON Mall yang sempat dirusak massa ketika banjir merendam pemukiman disekitar 4 RW disekeliling Kompleks Jakarta Garden City (JGC). Penyebab utama anarkis dipusat perbelanjaan tersebut disinyalir bangunan Mall tak memperhatikan lingkungan setempat.

“Bahwa peristiwa yang terjadi di AEON Mall Cakung adalah murni luapan amarah warga sekitar terhadap pengembang yang tak peduli lingkungan,” ujar Andi kepada TribunAsia.com di Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

Baca Juga : Pemicu Anarkis di AEON Mall Cakung, DPRD DKI Minta Polisi Selidiki AMDAL Pengembang JGC

Lebih lanjut Direktur Eksekutif Gowa menilai, warga sekitar hanya dijadikan objek korban atas ketidakpatuhan pengembang terhadap beberapa peraturan yang telah disepakati dengan pemprov DKI Jakarta. Jakarta Garden City dikelola PT Modernland Reality Tbk selaku pengembang yang berada di Jakarta Timur.

“Terutama dalam hal mempersiapkan Amdal dan prasarananya berupa waduk yang mampu menampung aliran air. Akibat dampak kehadiran berdirinya AEON Mall Cakung sehingga tidak sampai membanjiri lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam pembangunan properti di wilayah mana pun memang diberlakukan syarat-syarat yang lengkap dan ketat. Terutama melengkapi persyaratan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), dan menjamin ketersediaan sarana air yang mampu menampung buangan air maupun limbah Mall serta mampu menampung air ketika turun hujan.

Namun, persyaratan tersebut ternyata diabaikan oleh pengembang AEON Mall Cakung kendati berulang kali ditagih oleh warga agar dipenuhi oleh pengembang. Massa saat itu protes keras terhadap pengembang dan berujung pengerusakan fasilitas umum di JGC pada hari Selasa lalu (25/2).

Baca Juga : Lingkungan Banjir, Warga Geruduk JGC

“Namun tuntutan itu tetap tak digubris. Sehingga setiap hujan turun kawasan sekitarnya menjadi daerah terdampak banjir lantaran pihak pengembang abai dalam memenuhi kewajiban pembangunan infrastruktur sarana air,” tandasnya.

“Maka sangat wajar sekali apabila warga sangat marah dan mengambil langkah main hakiim sendiri,” sambungnya.

Atas peristiwa itu Gowa menegaskan, “Saran saya, semestinya pemerintah daerah untuk sementara menghentikan semua kegiatan yang berlangsung di Mall AEON Cakung. Setidaknya, penghentian operasi Mall sementara berlangsung dilakukan hingga Pemda DKI Jakarta mendapat jaminan waktu dari pihak pengembang terkait dengan kewajiban dan tanggung jawab pengembang,” terang dia lagi.

Akan tetapi diutarakannya, sebagaimana yang dijanjikan sebelumnya dalam perjanjian dengan Pemda DKI Jakarta penghentian sementara operasi Mall. Dan mutlak dilakukan sebagai upaya menimbulkan efek jera bagi pengembang dalam penegakkan hukum lingkungan.

“Tanpa terapi kejut yang keras dan tegas mustahil bagi pengembang untuk mematuhi setiap tanggung jawab dan kewajibannya kepada Pemda maupun warga sekitarnya,” kata Andi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *