oleh

PPATK Targetkan Indonesia Segera Jadi Anggota Penuh FATF di Tahun 2021

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan, di tahun 2021 nanti Indonesia dapat menjadi anggota penuh Financial Action Task Force (FATF).

FATF merupakan sebuah badan antarpemerintah di kancah antarbangsa yang bertujuan mengembangkan dan mempromosikan kebijakan nasional dan internasional untuk memerangi praktek pencucian uang dan pendanaan terorisme, niaga narkotika, dan kejahatan keuangan lainnya.

Hal ini disampaikan Kiagus Ahmad Badaruddin dalam Media Gathering PPATK dengan Insan Pers di Pusdiklat PPATK, Tapos, Kota Depok, 27-28 Februari 2920.

Sebutnya, pelbagai tahapan persyaratan untuk menjadi anggota penuh FATF telah dilakukan dengan yang sangat ketat.

“Saat ini, Indonesia sudah menjadi anggota dengan statusnya peninjau. Karena belum jadi anggota tetap maka konsekuensinya, hanya punya hak bicara, tetapi tidak punya hak suara. Sehingga contohnya, ketika permasalahan tentang Indonesia kita tidak dapat berperan mempengaruhi keputusan forum FATF ini,” ujar Kiagus Ahmad Badaruddin.

Selain untuk menjadi anggota forum ini harus dengan kriteria yang ketat juga, harus menunggu antrian beberapa negara lain yang sudah lebih awal mengajukan diri. Maka, kapan pasti waktunya PPATK ini menjadi anggota FATF ini? Jawab Ahmad, seperti pepatah ikan sepat, ikan gabus, makin cepat, makin bagus.

Hasil penilaian FATF ini jika, hasilnya memuaskan maka di tahun 2021 Indonesia sudah dapat menjadi anggota penuh. Jika masih ada yang harus diperbaiki, kemungkinan waktunya bisa terundur.

Kepala PPATK ini menambahkan, pada Maret 2020 ini tahapannya akan dilakukan on site visit dari team asesor FATF ke Indonesia. Kemudian pada Oktober 2020 penetapan hasil mutual evaluation pada pertemuan pleno FATF.

Kiagus mengatakan banyak manfaat yang diperoleh Indonesia menjadi anggota penuh FATF, yakni dapat meningkatkan peran dan kredibilitas Indonesia di mata internasional. Memiliki posisi tawar atas politik internasional di antara negara-negara maju yang umumnya sudah menjadi anggota tetap FATF.

“Kreditur dan investor akan merasa nyaman menanamkan modal dan bantuan atau pinjamannya ke Indonesia, lantaran risiko investasi yang rendah,” lanjutnya. (###)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *