oleh

Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi, FSGI: Polisi Jangan Berlebihan Perlakukan Guru

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – Kegiatan Pramuka SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta, Jawa Tengah menelan korban dan mengakibatkan luka-luka yang diikuti oleh ratusan siswa.

Ekstrakulikuler tersebut berada di Sungai Sempor terjadi pada hari Jum’at petang lalu (21/2). Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendukung proses hukum dan asas praduga tak bersalah dalam tragedi tersebut.

“Bahwa kami FSGI mendukung proses hukum yang adil, transparan, akuntabel, proporsional, dan mengedepankan asas praduga tak bersalah tehadap penyelesaian kasus susur sungai SMPN 1 Turi,” tegas Satriawan Salim kepada TribunAsia.com, Rabu (26/2/2020).

Satriwan Salim selaku Wasekjen FSGI meminta aparat kepolisian dalam menangani kasus itu tidak perlu berlebihan. Perlakuan berlebihan dimaksud diantaranya menggelandang, memamerkan guru didepan media, digunduli dan perlakuan selayaknya pelaku kriminalitas berat.

“Sebab itu berpotensi akan menggiring opini masyarakat bahwa tersangka guru adalah pelaku kejahatan berat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, seharusnya pihak kepolisian memberikan perlindungan dalam bentuk menghormati dan menghargai tampilan tersangka didepan publik dengan tidak mempermalukan tampilannya dalam bentuk digunduli seperti pelaku kriminal berat.

“Sebab guru serta pengurus kwartir pramuka tersebut adalah terduga penyebab musibah, bukan pelaku kriminal laiknya pembunuh, pemakai narkoba, atau begal,” demikian disampaikan Satriwan yang merupakan guru SMA swasta ini.

Berdasarkan Permendikbud No. 10 Tahun 2017 tentang Perlindungan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pasal 4 dan 5, tersangka guru berhak mendapatkan bantuan hukum.

“Konsultasi hukum dan Penasihat hukum dari Kemendikbud dan Pemerintah Daerah agar hak-haknya tetap dihormati, selama proses hukum pidana berlangsung,” pungkas Satriwan.

Sedangkan bagi Heru Purnomo yang juga sebagai Sekjen FSGI mengatakan, perlakuan pihak kepolisian kepada Tersangka Guru tersebut akan berdampak terhadap psikologis anak-anak muridnya dan keluarga guru.

“Bahwasanya tersangka guru tersebut wajib dapat perlindungan secara hukum oleh organisasi profesi guru tempat guru bernaung sebagai anggota/pengurus, sesuai UU Guru dan Dosen,” kata dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *