oleh

Sebab Kerusakan Lingkungan, Warga Kritisi Pembangunan SMKN 71

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – Akibat pembangunan SMKN 71 yang terletak di Pulo Jahe Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung Jakarta Timur mengakibatkan dampak kerusakan lingkungan dirasakan warga sekitar.

Kendaraan operasional proyek juga dinilai pemicu kerusakan lingkungan. Menurut Irianto, banjir melebar dari pemukiman warga hingga mengalir ke sepanjang Jalan KRT Radjiman Widyodiningrat.

Ketua FKRW mengatakan, “Semenjak dilaksanakannya pembangunan SMKN 71 dan tertutupnya saluran air yang mengarah ke kali Buaran tertutup akibat lintasan alat berat yang keluar masuk,” ujarnya kepada TribunAsia.com, Senin (24/2/2020).

Kerusakan yang dialami warga diantaranya saluran air dan jalan terlebih saat musim penghujan pemukiman warga terendam karena saluran air tersumbat material bangunan.

Sabtu pagi warga Jatinegara sempat menggelar aksi demo didepan SMKN 71 yang baru saja selesai dibangun. Setelah warga menyampaikan aspirasi mereka, musyawarah antara pelaksana proyek berdialog di kantor sekretariat RW 14.

Dalam musyawarah itu menghasilkan kesepakatan diantaranya pelaksana proyek bersedia memperbaiki rumah warga yang rusak akibat termasuk jalan dan saluran air warga.

“Seharus pihak pengembang atau pelaksana lapangan SMKN 71 lebih dahulu mementingkan aspirasi warga sekitar. Memperhitungkan dampak negatif dari pelaksanaan pembangunan sekolah SMKN 71,” kata dia.

Albert dan Faisal selaku kontraktor SMKN 71 saat berdialog menyampaikan rencananya usai pembangunan selesai akan dilaksanakan serah terima gedung baru tersebut.

Dia berharap mendatang saat serah terima berlangsung Albert meminta untuk tidak ada upaya penghambatan dari warga sekitar. Diketahui, selama pembangunan sekolah berlangsung dikerjakan dibawah naungan bendera BUMN yaitu PT Brantas Abipraya.

“Inikan hari Senin serah terima saya  tidak mau ada penghambatan nanti,” singkat pelaksana proyek.

Setelah penolakan warga digelar, musyawarah pun baru bisa terlaksana hari ini. Seperti yang diutarakan Lurah, pihaknya telah menghubungi kontraktor berkali-kali namun tidak ada respon.

Saat itu, pertemuan antara warga dihadiri oleh Albert dan Faisal sebagai pelaksana pembangunan SMKN 71 atau kontraktor. Selain itu, kesepakatan serta jaminan proses perbaikan jalan juga ditandatangani bersama oleh warga RW 14 dan termasuk penanggung jawab proyek.

“Tanggal 27 itu benar nggak, ada jaminan nggak mas Wasito iya iya saja. Kesepakatan yang kita buat karena kesibukan sana sini,” ungkapnya.

Kemudian, H. Sodri selaku ketua RW 14 menegaskan sebelumnya dia telah mencari pihak penanggung jawab proyek dan baru kali ini bertatap muka setelah didemo warga. Jika harapan warga tidak dipenuhi, rencananya area pembangunan sekolah tersebut akan dikunci.

“Saya akan gembok pintu karena saya cari-cari mana kontraktornya tidak ada penyelesaian,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *