oleh

Renungan dari Imam Syafi’i Tentang Pentingnya Menghindari “Perdebatan”

Iklan Asia Mas Tour and Travel

TribunAsia.com

Imam Syafi’i adalah seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat.

Sehingga Harun bin Sa’id berkata: “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu nescaya dia akan menang, kerana kehebatannya dalam berdebat”.

Imam Syafi’i berkata : “Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan.”

Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, kerana orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”.

Oleh kerananya Imam Syafi’i menasihatkan: “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati.”

“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan.”

“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”

Nasihat Imam Syafi’i yang lainnya adalah: “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi.”

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda: “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar syurga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah syurga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bahagian teratas syurga bagi orang yang membaguskan akhlaknya. (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167).

Biasanya orang yang gemar berdebat akan mengikut hawa nafsunya, sehingga mereka akan suka mencaci dengan kata kata jelek, kasar dan mencela.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *