oleh

Kasus Korupsi Harun Masiku Jalan di Tempat, IKB-UI: KPK Dikendalikan

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – KPK dianggap tidak berjalan seperti fungsinya memberantas korupsi di Indonesia. Buyung Isak mengatakan KPK berjalan ditempat, bahkan ditambahkan koordinator Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia (IKB-UI) lembaga anti rasua itu sempat menghentikan kasus korupsi/SP3.

“Korupsi sebenarnya negeri kita ini kaya raya, karena pemerintah yang zalim sehingga kita jadi miskin. Apa yang kurang dari kita sebenarnya, kita semua punya kok,” ujar dia saat aksi 212 di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

“Apa itu (perkara) sudah jalan ditempat, apalagi yang 47 atau yang 39 yang KPK menutup atau membatalkan di SP3 itu memalukan sekali,” sambungnya.

Ia melanjutkan, kini KPK tidak maksimal lagi dalam memberantas korupsi. Karena saat ini disampaikan alumni UI itu kasus hukum dikendalikan oleh penguasa.

Seperti kasus Harun Masiku, menurut dia intervensi pemerintah dalam proses hukum tersebut berupaya menghilangkan kasus yang mencuat di KPK.

“Itu KPK sudah tidak berjalan berarti pemerintahan saat itu penegak hukum sudah dikendalikan oleh pemerintah. Harun Masiku itu bisa dihilangkan saya rasa dia (kasus) sudah dihilangkan,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga mempertanyakan kehadiran BPIP. Lebih lanjut, BPIP saat ini bekerja hanya menciptakan pengalihan isu dinegeri ini. Pengalihan isu yang dimaksud menurutnya, gerakan umat Islam sebagai penghalang Pancasila.

“Macam BPIP buat apa dan KPK juga buat apa. Semua sudah dikendalikan saya tidak yakin BPIP itu sudah di dorong-dorong segala macam dan pengalihan isu dibilang agama untuk penghalang Pancasila,” tandasnya.

“Saya sebagai umat Islam tersinggung banget siapapun umat Islam sadar atau tidak sadar apalagi agama lain juga demikian,” sebutnya lagi.

Terlebih, Buyung mengatakan,” Kita sebagai warga negara berkewajiban memberitahukan kepada penguasa supaya mereka sadar apa yang mereka lakukan itu bertentangan dengan undang-undang. Bertentangan dengan filosofi bangsa kita, bangsa kita ini bangsa yang lemah lembut yang sangat menghormati orang lain,” papar alumni fakultas hukum UI. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *