oleh

Sekda Hardiono: Kota Depok Biasa Saja IKN Pindah

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Depok, TribunAsia.com – Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia dimulai diseriuskan melalui rapat terbatas pemerintah pada tanggal 29 April 2019. Pada 26 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa IKN ini akan dibangun di wilayah administratif Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pemindahan ibu kota ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

Pemindahan IKN ke Kaltim, dikaitkan dengan nasib DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya yang disebut Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).

Sekda Kota Depok Hardiono menilai tak ada pengaruh yang signifikan dengan berpindah IKN ini kepada DKI Jakarta dan Jabodetabek. Sudah sewajarnya IKN dipindahkan.

“Untuk DKI Jakarta sendiri saya lihat tidak akan berdampak terlalu besar, karena nantinya akan jadi wilayah bisnis, perdagangan dan jasa. Demikian pula Kota Depok,” sebut Hardiono, Jumat (7/2/2020).

Menurut Hardiono, langkah pemerintah pusat memindahkan ibu kota negara adalah suatu hal yang biasa. Namun sebelumnya, dia berharap agar pengkajian tersebut sudah matang, seperti master plan dan kajian tata ruangnya lainnya.

Kota Depok sambung dia, pengaruhnya juga tidak terlalu besar karena nantinya akan tetap bermitra dengan DKI Jakarta.

Demikian pula dengan Kota Depok, tidak pengaruh dan perubahan yang berarti. Jika soal koordinasi pemerintahan juga tidak jadi kendala sebab pertemuan dapat diundang ke IKN atau pemerintah pusat yang ke daerah, sama saja seperti sudah berlangsung selama ini.

“Kalau masalah pemerintahan kan ada koordinasi tersendiri. Ketika ada pertemuan bisa diundang atau pemerintah pusat yang kesini,” sebutnya.

Malah, pemindahan IKN ini lebih baik karena beban aktivitas DKI Jakarta dan daerah sekitarnya menjadi berkurang lantaran aktivitas pemerintahan negara terbagi ke IKN baru. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *