oleh

Di PHK dan Ditelantarkan, Karyawati Asal Sumut Lapor ke BPJS TK dan Sudinakertrans Jaksel

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – Akibat di PHK sepihak dan ditelantarkan, sales advisor Belli to Baby asal Langkat, Sumatera Utara laporkan PT. Chiki Chika Indonesia dan PT. Harda Esa Raksa ke Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Selatan

Sales Advisor Belli To Baby, Natasya(19) melaporkan PT. Chiki Chika Indonesia dan PT.Harda Esa Raksa ke Sudin Nakertrans Jakarta Selatan. Pelaporan itu, dikarenakan dia di PHK sepihak oleh PT. Harda Esa Raksa pada akhir 3 Februari 2020.

“Saya awalnya dikontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) oleh PT Harda Esa Raksa (HERA) pada 18 Desember 2019 hingga 17 Maret 2020 ( 3 bulan) untuk penugasan di Belli To Baby penempatan terakhir di Cibinong City Mall dan Giant Bogor Yasmin. Tapi justru 3 Februari 2020 saya diberikan surat PHK sepihak padahal saya tidak melakukan pelanggaran apapun dan tidak pernah dapat Surat Peringatan apapun. Alasan PHK karena menurut PT Harda Esa Raksa sudah tidak bekerjasama lagi dengan PT Chiki Chika Indonesia. Laporan saya sudah diterima oleh Staff Perselisihan Hubungan Industrial Sudinaker Jakarta Selatan lengkap dengan semua faktanya,” ungkap karyati tersebut, Jum’at (7/2/2020).

Baca Juga : Tak Terima Dikambing Hitam, Seorang Staff Laporkan Perusahaan ke BPJS Ketenagakerjaan

“Oleh karenanya sesuai Pasal 62 UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,saya berhak sisa 2 bulan gaji sampai Maret 2020 dan rembesan pengeluaran selama saya di Bogor yang tidak dicairkan oleh PT.Chiki Chika Indonesia.Total estimasi hak saya sekitar Rp 9 juta,” tandasnya.

Kemudian dia pun menambahkan, “Saya juga sangat heran kenapa gaji saya pada 1 Februari justru dibayar oleh rekening pribadi BCA Ibu Riri Megasari (Assistant Head Sales PT Chiki Chika Indonesia) dimana seharusnya ditransfer oleh PT HERA. Saya pun sangat memahami Peraturan Pemerintah 78 tahun 2015 tentang Pengupahan bahwa Gaji tidak boleh dicicil dan jika terlambat Perusahaan kena denda. Saya sangat dirugikan mengingat saya terlantar di Bogor (kost karyawan) berhubung asal saya dari Langkat Sumatera Utara dimana saya membutuhkan biaya hidup,dan peluang kerja saya di Perusahaan lain terhambat akibat ketidakprofesionalan PT. Harda Esa Raksa dan PT.Chiki Chika Indonesia,” ungkapnya.

Terlebih, keluhan tersebut sebelumnya juga trkah dilaporkan ke kantor BPJS Ketenagakerjaan dan Sudinaker Jaksel. Atas Hal itu, dia berharap owner brand Belli To Baby dapat menyelesaikan permasalah ketenagakerjaan.

“Saya berharap Ibu Lim Fifi Anggraeni sebagai owner Belli To Baby yang juga pemilik Mom N Jo turun tangan karena banyak kasus ketenagakerjaan selama ini apalagi minggu lalu PT. Chiki Chika Indonesia sudah disidak oleh team Pengawas dan Pemeriksa Sudinaker Jaksel. Dan BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran,” tutup Natasya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *