oleh

Gonjang-Gunjing Pilkada 2020 Kota Depok, Dua Kubu Deklar ‘Koalisi Betawi Ngoempoel’ dan Parpol UKM ‘Koalisi HBW’

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Depok, TribunAsia.com – Menjemput asa kekuasaan kewalikotaan dalam perhelatan pilkada serentak di sejumlah wilayah di Indonesia pada 23 September 2020. Geliat partai politik mulai semarak. Demikian pula di Kota Depok.

Setelah pendekalarasian ‘Koalisi Betawi Ngoempoel’ antara Partai Gerindra dengan PDIP tanggal 24 Januari lalu di sebuah resto. Selanjutnya, hadir pula ‘Koalisi HBW’ pada 2 Februari kemarin, ada empat partai urutan kecil menengah (UKM) kursi di DPRD yang mendeklarasikan diri berkoalisi di Hotel Bumi Wiyata Kota Depok. Keempat parti ini ialah

PAN, PKB, PD, dan PPP. Empat Parpol UKM ini punya formasi serangan 4-3-3-2 dari jumlah kursi legislator.

Mapannya, keduabelasan ‘Koalisi HBW’ ini terangkung dari 12 kursi di DPRD Kota Depok sehingga valid dapat mencalonkan pasangan bakal calon (pabalon) walkot dan wawalkot di Pilkada 23 September 2020.

Disebutkan penggagas ‘Koalisi HBW’ ini, Ketua DPC PD Kota Depok Edi Sitorus, persekutuan ini dibentuk bersebab empat partai ini merupakan partai besar yang sudah mendapat persetujuan dari DPP partai masing-masing.

“Koalisi ini karena partai besar. Semua parpol sudah diberikan kewenangan dan kita sudah berkoordinasi dari DPP masing masing,” kata Edi Sitorus. Dilaporkan TribunAsia.com, Ahad, (2/2/2020).

Deklair Edi, sekutuan ini belum mengusulkan nama pabalon yang diajukan di pilkada alasannya, lantaran parpol ini akan terlebih dulu melakukan telaah figur yang dipercayanya.

Ketua DPC PPP Kota Depok Qonita Luthfiyah maklumatkan, dalam persyarikatan ini membuat tiga kesepakatan yakni pertama, menetapkan visi dan misi sebagai acuan menentukan kepala daerah pada Pilkada 2020.

“Kedua, sepakat membuat keputusan bersama dalam menentukan kepala daerah untuk pilkada Depok. Lalu ketiga, koalisi ini dibentuk bertujuan untuk menciptakan Kota Depok tertib, taat, dan takwa (tertata) dan unggul yang sesungguhnya. Kesepakatan ini keputusan bersama yang bersifat berkekuatan hukum tetap,” ucap Qonita.

Yakin Qonita, terbentuknya pesyarikatan ini karena empat parpol ini ada kesamaan visi dan misi untuk mewujudkan Kota Depok baik.

Dilain pihak ‘Koalisi Betawi Ngoempoel’ punya formasi serang 10-10 untuk mengusung pabalon. Kuat duga, tim Betawi Ngoempoel ini akan menunjuk petahana walikota Depok Pradi Supriatna sebagai balon pilot Kota Depok sedangkan anggota PDIP mengambil posisi sebagai kopilot. Sedang PKS yang punya 12 kursi, masih berselera ‘berkoalisi mono’ bertekad menempatkan pabalonnya sendiri.

Kepala Divisi Konsultasi dan Komunikasi Politik Center Political Economic Law Studies (Cespels) Fuad Arham menanggapi, fenomena persekutuan atau koalisi parpol di Kota Depok hadapi Pilkada 2020 ini adalah keniscayaan sebagai posisi tawar. Apalagi bagi parpol yang punya jumlah kursi urutan kecil-menengah (UKM).

Parpol UKM ini masih bergunjing-ganjing mencari kawan seiring. Sedangkan ‘Koalisi HBW’ ini masih rapuh oleh perkembangan dinamika politik di Kota Depok. Demikian pada ‘Koalisi Betawi Ngoempoel’ masih dinamis pada situasi dan kenyamanan masing-masing.

“Semua koalisi atau persekutuan ini masih dinamis, belum kuat. Apalagi ‘Koalisi HBW’ ini masih cair. Kan, masalahnya nanti pada siapa figur yang akan jadi dipasangbakalcalonkan? Pastilah masing-masing parpol ingin figur yang dikehendakinya yang didukung oleh rakan parpol yang lain,” papar Fuad.

Masalahnya soal figur inilah nanti yang krusial memancing perbedaan. Tapi, bisa juga ada titik temu dengan imbalan konsekuensi-kompensasi yang disepakati.

Kemudian, diluar kubu-kubu koalisi ini, adalah dinamika di PKS yaitu balon yang diusung. DPW PKS Kota Depok mengusung tiga kadernya yakni Imam Budi Hartono, M Hafidh Natsir, dan Tengku Farida Rakhmawati. Kemudian ada pula, walau bukan anggota, PKS berpeluang mengusung dua figur yang dekat dengan keluarga besar PKS yaitu Walikota Depok Muhammad Idris dan Sekda Kota Depok Hardiono. (HIRASEUKIY)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *