oleh

Kemen PUPR Tak Tanggapi Permintaan Pemkot Depok untuk Bantu Tangani Longsor

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Depok Dadan Rustandi menyebutkan ada 133 titik longsor di musim penghujan tahun 2019/2020 ini.

“Longsor terparah terdapat di Sungai Pesanggrahan, Kecamatan Sawangan. Sungai yang melewati kawasan Kota Depok dari Kabupaten Bogor sampai ke Jakarta Selatan,” ujar Dadan Rustandi seperti dilaporkan TribunAsia.com, Rabu (29/1/2020).

Sungai Pesanggrahan ini masuk dalam otoritas Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Disebutkan Dadan Rustandi, sejak Juni 2019, sebelum musim hujan sekarang ini, Pemkot Depok sudah mengajukan usulan pendanaan untuk penurapan tebing Sungai Pesanggrahan kepada BBWSCC. Namun tidak ada tanggapan atau jawaban dari BBWSCC.

Alternatif lainnya, maka Pemkot Depok mengajukan bantuan pendanaan kepada Pemprov Jawa Barat sejak awal Januari 2020 ini. Pemprov Jawa Barat sudah menanggapi sehingga mengirim team dari pemerintah dan DPRD Jawa Barat ke Kota Depok.

Dijelaskan Dadan, untuk membeton keseluruhan titik longsor ini membutuhkan dana sebesar Rp150 miliar. Terparah, tebing sungai yang longsor terdapat di Sungai Pesanggrahan di Pasir Putih, Sawangan, sebanyak enak lokasi. Bila tidak segera ditangani, titik longsor akan semakin parah.

Dinas PUPR Kota Depok sejak 1 januari 2020 sudah mengusulkan pendanaan ke Provinsi Jawa Barat untuk penurapan 17 titik longsor dengan anggaran Rp 90,7 miliar.

Selanjutnya, penanganan beberapa titik longsor ini segera dilakukan secara bertahap dengan Dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 13 miliar dari anggaran perubahan APBD Kota Depok.

Dadan mengakui penanganan longsor dan pencegahan titik longsor masih secara parsial. Tidak dapat dilakukan secara menyeluruh sepanjang sungai yang ada. Hal ini dikarenakan keterbatasan dana.

Saat ini, mengenai titik longsor yang sudah terjadi ada tiga 3 titik secara tanggap darurat dalam waktu 14 hari kerja. Penanganannya dengan cara pemasangan bronjong batu kali namun, sebut Dadan cara darurat ini memakan dana besar dan tidak baik secara kualitas. (Hira)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *